Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung berbicara soal pembangunan proyek tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) di pesisir utara Jakarta. Proyek ini jadi salah satu langkah krusial dalam melindungi ibu kota dari ancaman rob, abrasi, dan kenaikan permukaan air laut.
Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat terkait teknis dan skema pembangunan Giant Sea Wall tersebut.
"Tentang giant sea wall, kami pemerintah Jakarta menunggu sepenuhnya arahan dari pemerintah pusat," ucap Pramono saat dijumpai di Jakarta Pusat, Selasa, 20 Januari 2025.
Ia menjelaskan, sebelumnya Jakarta mendapat porsi pembangunan sepanjang 12 kilometer, namun kini mengalami penambahan menjadi 19 kilometer. Meski demikian, Pramono memastikan Pemprov DKI siap mengerjakan berapa pun panjang yang ditugaskan.
"Mau 12, mau 19 Jakarta akan mengerjakan. Tetapi kapan dimulainya, rencananya groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini," terangnya.
Baca Juga: Pramono Mau Buka Rute TransJabodetabek Rute Blok M-Bandara Soetta dan Cawang-Jababeka
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Pramono Resmikan Pembangunan Stasiun MRT Harmoni
Sambil menunggu dimulainya proyek Giant Sea Wall, Pemprov DKI Jakarta saat ini fokus menuntaskan NCICD (National Capital Integrated Coastal Development), khususnya pembangunan dan penguatan tanggul-tanggul di kawasan pesisir utara Jakarta.
Pramono menyinggung kembali isu lama yang sempat ramai diperbincangkan publik, ketika kebocoran tanggul disebut berpotensi menyebabkan banjir besar hingga kawasan Monas. Oleh karena itu, ia memastikan pengerjaan tanggul dilakukan secara serius dan bertahap.
Kabar baiknya, ruas tanggul di fase Ancol telah berhasil diselesaikan. Saat ini, Pemprov DKI melanjutkan ke tahap beautifikasi kawasan, agar infrastruktur tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga memberi nilai estetika.
"Karena saya minta semua yang seperti itu, jangan hanya berdiri tembok atau beton saja. Tetapi ada tamannya," tutup Pramono Anung.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)