Ntvnews.id, Islamabad - Sedikitnya 21 orang dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran besar yang melanda sebuah pusat perbelanjaan di Karachi, ibu kota Provinsi Sindh, Pakistan bagian selatan. Informasi tersebut disampaikan otoritas setempat pada Senin, 19 Januari 2026.
Juru bicara Rescue 1122, lembaga pencarian dan penyelamatan yang dikelola negara, menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan skala besar di gedung Gul Plaza masih terus dilakukan. Bangunan tersebut mengalami kerusakan berat akibat kebakaran, dan jumlah korban dikhawatirkan bertambah mengingat kondisi struktur yang belum stabil serta sebagian besar bangunan telah runtuh.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi pada Sabtu malam, 17 Januari 2026 waktu setempat, di Gul Plaza yang berlokasi di Jalan MA Jinnah. Pusat perbelanjaan bertingkat itu diketahui memiliki lebih dari 1.200 toko. Api baru berhasil dikendalikan pada Minggu, 18 Januari 2026, setelah upaya pemadaman berlangsung lebih dari 24 jam.
Kepala pemerintahan Provinsi Sindh Syed Murad Ali Shah menyampaikan bahwa lebih dari 65 orang yang dilaporkan berada di pusat perbelanjaan tersebut hingga kini masih belum ditemukan.
"Kami semua berduka. Kami semua turut merasakan kesedihan mereka," kata Shah, merujuk pada keluarga para korban.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Terjadi di Pademangan Timur
Kebakaran melanda sebuah pusat perbelanjaan di Karachi, Pakistan, pada 19 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Str (Antara)
Baca Juga: Kebakaran Mengerikan Hantam Bangunan di Tambora
Shah menambahkan, pemerintah provinsi akan memberikan kompensasi sebesar 10 juta rupee Pakistan (1 rupee Pakistan = Rp60,8) atau sekitar 36.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.935) kepada keluarga masing-masing korban.
Sementara itu, dinas penyelamatan menyebutkan bahwa tim pemadam kebakaran khusus masih melakukan operasi pendinginan untuk memastikan lokasi aman bagi petugas. Alat berat juga digunakan secara terkendali untuk membersihkan puing-puing dan membuka jalur akses ke area terdampak.
Rescue 1122 menjelaskan bahwa sejumlah jenazah ditemukan dalam kondisi hangus parah atau hanya berupa bagian tubuh akibat suhu ekstrem dan paparan api dalam waktu lama, sehingga proses identifikasi awal menjadi sulit. Untuk itu, prosedur teknis dan forensik akan diterapkan guna memastikan identitas para korban.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Namun, kepolisian sebelumnya menyebut kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik.
(Sumber: Antara)
Para petugas penyelamat bekerja di lokasi kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di Karachi, Pakistan, pada 19 Januari 2026. ANTARA/Xinhua/Str (Antara)