Bawaslu Perbarui Visi: Kolaborasi Jadi Kunci Memperkuat Demokrasi Substansial di Era Digital

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Mar 2026, 10:10
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Rahmat Bagja (Ketua Bawaslu RI), Herwyn J. H. Malonda (Anggota Bawaslu) Rahmat Bagja (Ketua Bawaslu RI), Herwyn J. H. Malonda (Anggota Bawaslu) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tegaskan sudah merubah visi mereka sejak Desember 2025 lalu, guna langkah strategis memperkuat demokrasi substansial di era digital menyambut Indonesia Emas.

Hal ini disampaikan oleh anggota Bawaslu Herwyn J. H. Malonda, dan menyebutkan jika perubahan visi yang dilakukan Bawaslu ini sebagai bentuk komitmen dalam membangun pemilu yang lebih adaptif, kolaboratif dan integritas.

Adapun visi Bawaslu sebelumnya yakni "Pengawas pemilu terpercaya" diubah menjadi "Kolaborasi memperkokoh demokrasi substansial melalui pengawasan pemilu yang berintegritas dalam rangka mewujudkan Indonesia maju menuju Indonesia emas".

Dengan visi baru tersebut, arti kata kolaborasi bukan tanpa alasan. Hal ini mencerminkan kesadaran Bawaslu bahwa penguatan demokrasi tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.

Kolaborasi dipilih sebagai bentuk komitmen kesederhanaan sekaligus keterbukaan Bawaslu dalam bekerja bersama berbagai pihak.

"Kata kolaborasi ini kita pilih sebagai bagian dari komitmen kesederhanaan Bawaslu, bahwa kami tidak bisa bekerja sendiri dalam konteks mewujudkan demokrasi substansial," tutur Herwyn J. H. Malonda, 12 Maret 2025.

Di sisi lain, Herwyn juga menyebutkan jika bukan hanya sekadar kegiatan memilih pemimpin, baik di tingkat nasional maupun daerah. Namun, pemilu juga merupakan bagian penting dari proses penyadaran masyarakat terhadap hak-hak politiknya sebagai wujud kedaulatan rakyat.

"Pemilu itu bukan sekadar memilih pemimpin, baik secara eksekutif maupun kepala daerah. Pemilu juga berbicara soal penyadaran hak politik rakyat sebagai bagian dari amanat kedaulatan rakyat,” ungkapnya.

Ilustrasi pemilu.  <b>(Antara)</b> Ilustrasi pemilu. (Antara)

Di tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat, Bawaslu tetap berupaya menjadi lembaga yang responsif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Salah satu langkah konkret yang tengah diusulkan adalah pembentukan unit kerja khusus yang menangani digitalisasi pengawasan pemilu.

"Dalam pengusulan di Bawaslu, ada unit kerja yang secara khusus menangani digitalisasi pengawasan. Ini penting karena perkembangan teknologi informasi sangat pesat, sehingga Bawaslu harus mampu menjadi lembaga yang responsif dan adaptif,” jelasnya.

Dengan hal ini, Bawaslu berharap jika visi baru mereka pengawasan pemilu di Indonesia tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga mampu memperkuat kualitas demokrasi secara substansial melalui kerja sama berbagai pihak, termasuk masyarakat, media, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil.

x|close