Ini Kata Pramono Soal Sampah Kotori Laut Muara Baru Jakarta Utara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 20:55
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara terkait tumpukan sampah yang mencemari tanggul laut Muara Baru, Jakarta Utara. Menurutnya, persoalan sampah di kawasan pesisir bukan sekadar masalah teknis, melainkan berakar dari perilaku masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai.

Orang nomor satu di DKI ini menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh warga Jakarta. Sampah yang dibuang ke sungai, kata dia, pada akhirnya akan terbawa arus hingga ke laut dan merusak ekosistem pesisir.

"Ya, apapun kemarin yang di Muara Baru kan langsung kita tangani, kita bersihkan. Dan ini juga menjadi peringatan bagi seluruh warga Jakarta agar perilaku membuang sampah di sungai itu ya harus dihilangkan di Jakarta," ucapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari 2026.

Baca Juga: Pramono Bilang Banjir Jakarta Bisa Lebih Parah Tanpa Modifikasi Cuaca

DLH DKI Angkut 137 Ton Sampah dari Pesisir Tanggul Laut Muara Baru <b>(DLH DKI)</b> DLH DKI Angkut 137 Ton Sampah dari Pesisir Tanggul Laut Muara Baru (DLH DKI)

Baca Juga: 137 Ton Sampah Pesisir Tanggul Laut Muara Baru Jakarta Utara Diangkut

Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu telah melakukan aksi pembersihan besar-besaran di kawasan Tanggul Laut Muara Baru. Sejak Jumat, 16 Januari 2026, total 137 ton sampah berhasil diangkut dari area pesisir tersebut.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto menjelaskan bahwa proses pengangkutan dilakukan secara bertahap dengan intensitas yang terus ditingkatkan setiap hari. Pada hari pertama, petugas mengangkut 35 ton sampah, disusul 25 ton pada hari kedua. Puncaknya terjadi pada hari ketiga, Minggu, 18 Januari 2026, dengan capaian 77 ton sampah.

Untuk mempercepat penanganan, DLH DKI Jakarta mengerahkan 100 petugas kebersihan, didukung 12 unit ponton, tujuh truk sampah kecil, enam truk sampah besar, dua unit excavator, serta dua perahu karet. Proses pembersihan juga dilengkapi berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah.

“Hari ketiga, kami memperkuat penanganan dengan mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit excavator, serta dua unit perahu karet. Penanganan juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah untuk mempercepat proses pengangkutan,” katanya.

x|close