Ntvnews.id, Jakarta - Banjir masih melanda sejumlah wilayah di Jakarta. Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) tetap menjadi langkah penting untuk mengendalikan dampak cuaca ekstrem.
Menurut Politisi PDI Perjuangan tersebut, tanpa dilakukan OMC justru potensi banjir di Ibu Kota bisa jauh lebih parah.
Pramono menjelaskan bahwa OMC dilakukan sebagai upaya mengurangi intensitas hujan di wilayah daratan Jakarta. Namun, ia mengakui bahwa dalam pelaksanaannya, distribusi hujan tidak selalu merata.
Pada kejadian terakhir, curah hujan justru terkonsentrasi di wilayah Jakarta Utara, yang menerima sekitar 80 persen dari total hujan yang turun.
Baca Juga: Polisi Izinkan Motor Masuk Tol Wiyoto Wiyono Gegara Banjir
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: BPBD Pastikan Banjir Jakarta Telah Surut
"Oh dilakukan OMC. Dilakukan, kalau tidak dilakukan lebih dari itu. Cuma memang beginilah, karena dilakukan dan biasanya kalau melakukan kan konsentrasinya dari atas ke bawah. Nah kemarin itu curah hujannya semuanya menumpuk di Jakarta Utara. 80% hujan itu Jakarta Utara," ucap Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari 2026.
Terkait kerugian akibat banjir Jakarta, orang nomor satu di DKI terebut mengaku hingga kini belum menerima laporan resmi secara menyeluruh. Namun, ia menilai dampak yang terjadi relatif terkendali karena sebagian besar berupa genangan air, bukan banjir yang menyebabkan kerusakan infrastruktur atau kerugian besar bagi warga.
"Saya belum dapat laporan, tetapi kalau melihat penanganannya seharusnya enggak besar ya, karena dampaknya hanya genangan, bukan sesuatu yang menimbulkan kerusakan," tutup Pramono Anung.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)