Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menanggapi soal banjir Jakarta yang terjadi pada awal pekan ini berdampak pada puluhan RT serta sejumlah ruas jalan Utama di Ibu Kota. Curah hujan tinggi yang turun hampir bersamaan dengan fenomena rob memperparah kondisi genangan di beberapa wilayah rawan.
Rano menyampaikan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan langkah antisipatif berupa modifikasi cuaca di luar program yang dijalankan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Upaya ini dilakukan untuk menekan intensitas hujan yang berpotensi memicu banjir susulan.
"Pak Gubernur ini sudah memerintahkan untuk melakukan modifikasi cuaca di luar dari kegiatan BMKG," kata Rano di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis, 15 Januari 2026.
Menurutnya, Jakarta memiliki tiga karakter banjir yang kerap terjadi secara bersamaan, yakni banjir rob, hujan lokal, dan aliran air dari hulu. Ketika ketiganya bertemu dalam satu waktu, langkah paling realistis yang dapat dilakukan adalah pemompaan air secara masif.
Namun, Rano mengakui tantangan terbesar muncul saat air laut dalam kondisi pasang, sehingga pembuangan air hasil pompa ini menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh personel dan peralatan pengendalian banjir siaga penuh di masing-masing wilayah.
"Jadi artinya seluruh pasukan kita siap sedia di wilayah masing-masing. Itu intinya," tutup Rano Karno.
Rano Karno (NTVNews.id/Adiansyah)
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga merespons banjir yang melanda sejumlah kawasan akibat hujan deras sejak Senin dini hari hingga pagi.
Hujan yang turun tanpa jeda menyebabkan genangan meluas, mengganggu aktivitas warga, dan memicu kemacetan lalu lintas di berbagai titik. Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis, melainkan harus melalui perencanaan yang berkelanjutan.
"Yang paling utama sekarang ini semuanya kita siagakan ada 1200 pompa kurang lebih 600 pompa yang portabel 600 pompa yang Mobile," ucap Pramono di Jakarta Timur, Senin, 12 Januari 2026.
Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta selama lima hari ke depan, dimulai hri Selasa, guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan ekstrem dan banjir.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC ini merupakan respons cepat atas kejadian banjir yang sempat melanda sejumlah kawasan Jakarta pada Senin, 12 Januari 2026.
"BNPB baru mengadakan OMC hari ini sampai dengan lima hari ke depan," kata Isnawa di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.
Menurutnya, modifikasi cuaca dilakukan untuk mengendalikan intensitas curah hujan, sehingga risiko banjir dan genangan dapat ditekan, terutama di wilayah rawan terdampak cuaca ekstrem.
Rano Karno (Humas Pemprov DKI)