Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan sebanyak 6.859 masjid di berbagai jalur mudik akan dibuka selama 24 jam untuk mendukung kelancaran arus mudik, perayaan Nyepi, dan Idul Fitri 2026. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pelayanan publik yang diinisiasi Kementerian Agama.
Masjid-masjid tersebut disiapkan sebagai Posko Masjid Ramah Pemudik dengan berbagai fasilitas, mulai dari pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet dan ketersediaan air wudhu, pengisian daya gawai, ruang istirahat, hingga penyediaan air minum serta makanan ringan.
Baca Juga: Nasaruddin Umar Pimpin Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag, Tegaskan Pentingnya Kerukunan Umat
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik selama perjalanan.
Selain itu, Kemenag juga meluncurkan Program EMI (Ekspedisi Mudik Inklusif) yang bertujuan memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan publik dan rumah singgah umat.
Program ini akan dilaksanakan melalui peliputan jalur mudik bersama Radio Elshinta pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran, yakni 13–29 Maret 2026.
Baca Juga: Kemenag: Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026
Menag juga menyoroti kesiapan menghadapi Hari Raya Nyepi di Bali pada Kamis 19 Maret 2026. Apabila Idul Fitri jatuh pada Jumat 20 Maret 2026, takbiran di Bali tetap diperbolehkan secara terbatas sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.
Namun jika Idul Fitri berlangsung pada 21 Maret, pelaksanaan Nyepi dan takbiran dapat berjalan normal sesuai waktu masing-masing.
(Sumber: Antara)
Nasaruddin Umar (Kemenag)