Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung proses pemotongan tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Januari 2026.
Pembongkaran ini menandai dimulainya penataan ulang kawasan strategis yang selama lebih dari 20 tahun terganggu oleh proyek monorel terbengkalai. Dalam peninjauan tersebut, Pramono didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (Bang Yos).
Sejumlah pihak penegak hukum juga turut hadir, di antaranya perwakilan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebagai bentuk pengawasan dan dukungan terhadap proses penataan kawasan.
Pramono menegaskan bahwa pembongkaran tiang monorel akan dilakukan pada malam hari guna menghindari gangguan lalu lintas di salah satu jalur utama Ibu Kota. Ia memastikan tidak akan ada penutupan jalan selama proses berlangsung.
"Ini pengerjaannya akan dilakukan malam hari ya. Sehingga dengan demikian tidak ada penutupan jalur, dan mudah-mudan saya sudah minta ke Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas agar tidak macet. Karena ini jalan utama kita," ungkapnya.
Pembongkaran tiang monorel mangkrak di Rasuna Said Jaksel (NTVNews.id/Adiansyah)
Baca Juga: Penumpang Tunanetra Jatuh di Got, Pramono Bakal Tegur Direksi dan Manajemen TransJakarta
Terkait anggaran, Pramono meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa biaya pemotongan tiang monorel hanya sekitar Rp254 juta, jauh dari angka Rp100 miliar yang sempat ramai diperbincangkan.
Menurutnya, anggaran sekitar Rp102 miliar dialokasikan untuk penataan kawasan Rasuna Said secara menyeluruh, bukan semata-mata pembongkaran. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan, saluran drainase, taman kota, serta jalur pedestrian yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Sehingga sekaligus saya ingin meluruskan bahwa yang 100 miliar itu bukan motongnya, motongnya hanya 254 juta rupiah," terang politisi PDI Perjuangan tersebut.
Tercatat ada 109 tiang monorel yang berdiri sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Seluruhnya akan dibongkar dan ditata secara bertahap. Pramono optimistis, langkah ini akan mengubah wajah kawasan Rasuna Said menjadi lebih tertib, modern, dan nyaman, sekaligus diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)