Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan respons tegas terkait insiden penumpang tunanetra terjatuh ke got di sekitar halte Transjakarta Kejaksaan Agung.
Peristiwa tersebut diduga terjadi karena korban tidak mendapatkan pendampingan petugas Transjakarta Care saat turun dari layanan transportasi publik.
Pramono menegaskan kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali. Ia menyatakan akan memberikan teguran keras kepada jajaran direksi dan manajemen Transjakarta agar pelayanan terhadap kelompok disabilitas benar-benar menjadi prioritas utama.
"Yang seperti ini tidak boleh terulang kembali. Saya akan memberikan teguran kepada jajaran direksi dan juga manajemen TransJakarta," ucap Pramono ditemui di Jakarta Pusat, Selasa, 13 Januari 2026.
Diduga Tak Didampingi Petugas Transjakarta Care, Penumpang Disabilitas Netra Jatuh ke Got (Instagram @info_ciledug)
Baca Juga: Diduga Tanpa Pendampingan Petugas Transjakarta Care, Penumpang Tunanetra Terjatuh ke Got
Sebelumnya, insiden ini mencuat setelah video berdurasi singkat beredar di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @info_ciledug pada Senin, 12 Januari 2026.
Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, di kawasan sekitar PN Bulungan. Dalam video tersebut, perekam menjelaskan bahwa korban sudah meminta bantuan petugas untuk diantar hingga pintu keluar halte. Namun, yang diterima hanya arahan verbal, bukan pendampingan langsung.
"Ini ada tunanetra turun dari Trans Care tadi enggak diantar sama petugasnya. Padahal kata beliau ini beliau sudah minta tolong dianterin sampai pintunya, tapi dari petugasnya bilangnya mohon maaf katanya tinggal lurus ngikutin aja, tapi ternyata di daerah sini PLN Bulungan ada got besar jadinya beliau terjatuh," ujar perekam video.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)