Ntvnews.id, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan bahwa banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Jakarta Utara setelah hujan dengan intensitas tinggi turun sejak Senin pagi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan bahwa berdasarkan laporan terbaru hingga pukul 10.00 WIB, banjir berdampak pada puluhan ruas jalan dan permukiman warga.
“Informasi banjir terkini hingga pukul 10.00 WIB, terdapat 20 ruas jalan dan dua RT yang terendam banjir,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Senin.
Yohan menjelaskan bahwa lokasi genangan air tersebut berada di beberapa kecamatan, yakni Koja, Tanjung Priok, Kelapa Gading, serta Penjaringan.
Menurut data BPBD, di Kecamatan Koja, genangan tercatat terjadi di Jalan Anggrek Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Walang Baru VII A Kelurahan Tugu Utara, Jalan Jampea RW 007, Jalan Deli RW 007, Jalan Lorong 22, Jalan Mawar RE 002, Jalan Cipeucang V, serta Lorong Z RW 001.
Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Cilincing, tepatnya di Jalan Rorotan 10, Kelurahan Rorotan.
Baca Juga: Banjir Meluas di Jakarta Utara dan Selatan, Ini 23 Ruas Jalan yang Tergenang
Banjir Arah Bandara Soetta (Instagram)
Sementara di Kecamatan Tanjung Priok, kawasan yang terdampak banjir meliputi Jalan Agung Karya VI di Kelurahan Sungai Bambu, Jalan Taman Stasiun, Jalan Yos Sudarso depan Altira di Kelurahan Sunter Jaya, serta Jalan Sunter Indah Raya yang juga berada di Kelurahan Sunter Jaya.
Adapun di Kecamatan Kelapa Gading, sejumlah ruas jalan yang tergenang antara lain Jalan Pegangsaan Dua depan Yakobus, Jalan Rawa Indah Kelurahan Pegangsaan Dua, Jalan Pegangsaan Dua di depan Apartemen Greenhill, Jalan Hibrida, Jalan Pegangsaan Dua di depan RJTM, hingga Jalan Arteri Kelurahan Pegangsaan Dua.
“Untuk di Kecamatan Penjaringan, banjir terjadi di Jalan Muara Baru, Pluit Sea View, Kelurahan Penjaringan,” ujar Yohan.
BPBD DKI Jakarta, lanjut dia, telah menurunkan personel untuk memantau genangan di lapangan serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air, memastikan saluran air berfungsi optimal, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
“Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” tegas dia.
BPBD DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir dan genangan yang masih mungkin terjadi.
“Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” ungkap Yohan.
(Sumber : Antara)
Banjir di PIK 1 Jakut (Instagram)