TNI AD Bentuk Tim Investigasi Khusus Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 19:13
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - TNI Angkatan Darat (AD) membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut penyebab ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Munisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 16 Juli 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, tim tersebut bertugas melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap kronologi dan penyebab pasti insiden ledakan.

“Membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman menyeluruh guna mengetahui peristiwa secara kronologis penyebab insiden tersebut," kata Donny dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat.

Donny meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada tim investigasi untuk bekerja secara optimal. Ia juga mengimbau seluruh pihak agar tidak menyampaikan dugaan atau spekulasi sebelum proses pemeriksaan rampung.

“Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan ruang kepada Tim Investigasi agar dapat bekerja secara optimal serta menghindari spekulasi sebelum semua pemeriksaan selesai," ujarnya.

Lebih lanjut, Donny menjelaskan proses investigasi belum dapat dilakukan secara penuh karena petugas masih memprioritaskan pembersihan area ledakan. Menurutnya, tahapan tersebut harus dilakukan secara hati-hati mengingat lokasi kejadian merupakan gudang munisi.

“Kejadian ledakan amunisi ini kan tidak bisa sembarangan, sampai saat ini berlangsung pembersihan dulu mulai dari ring luar sampai ke tempat meledak," tutupnya.

Sebelumnya, ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi II Puspalad di Jalan Raya Madiun–Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Dalam insiden tersebut, satu prajurit TNI AD meninggal dunia, sementara empat personel mengalami luka berat dan dua lainnya mengalami luka ringan. Hingga kini, penyebab ledakan masih dalam penyelidikan tim investigasi TNI AD.

x|close