Ntvnews.id, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta sejak pagi menyebabkan sejumlah ruas jalan di kawasan Sunter dan Kelapa Gading, Jakarta Utara, terendam banjir. Genangan air membuat arus lalu lintas di kedua wilayah tersebut tersendat, bahkan tidak sedikit kendaraan yang terpaksa berhenti akibat mogok.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang melanda wilayah Jakarta Utara. Genangan tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga memengaruhi aktivitas di sejumlah titik utama yang biasa menjadi jalur lalu lintas padat.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyampaikan bahwa genangan juga masuk ke wilayah permukiman. Dua RT di Kelurahan Tanjung Priok dilaporkan terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar 20 sentimeter dan masih dalam proses penanganan petugas.
Baca Juga: Ini Daftar RT dan Ruas Jalan yang Tergenang Banjir di Jakarta
"Ada dua RT yang terendam dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter dan saat ini masih dalam penanganan petugas," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
Selain permukiman, banjir turut merendam sejumlah ruas jalan di Jakarta Utara, termasuk kawasan Sunter. Jalan Astra Kawasan Sunter di Kecamatan Tanjung Priok dilaporkan tergenang sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan dan membuat beberapa kendaraan mengalami gangguan mesin akibat menerobos genangan.
Tak hanya Sunter, dampak banjir juga meluas hingga kawasan Boulevard Kelapa Gading. Genangan air menutup sebagian badan jalan dan memperlambat laju kendaraan yang melintas. Situasi ini menambah kepadatan lalu lintas di kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas warga Jakarta Utara tersebut.
Baca Juga: Hujan Deras Sejak Dini Hari, PIK 1 Depan Mal PIK Avenue Terendam Banjir
Menanggapi kondisi itu, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memantau perkembangan genangan di lapangan. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air dan memastikan genangan dapat segera surut.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati, khususnya saat melintasi wilayah yang terdampak banjir. Warga juga diminta segera melapor jika menghadapi kondisi darurat.
"Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop," ujar Yohan.
Banjir di Jakarta Utara (Instagram)