Banjir Kepung Jakarta Pramono: 1.200 Pompa Disiagakan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jan 2026, 11:52
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan respons terkait banjir yang merendam sejumlah wilayah Jakarta akibat hujan deras yang mengguyur Ibu Kota sejak dini hari hingga pagi.

Curah hujan tinggi yang turun hampir tanpa jeda memicu genangan hingga banjir di beberapa titik, sehingga mengganggu aktivitas warga dan memicu kemacetan lalu lintas.

Pramono menegaskan bahwa penanganan banjir Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis, melainkan harus terencana dan berkelanjutan. Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memaksimalkan upaya jangka pendek dengan menyiagakan seluruh infrastruktur pengendalian banjir.

Baca juga: Ini Titik Banjir Jakarta yang Terus Meluas, Jaksel hingga Jakut Tergenang

"Yang paling utama sekarang ini semuanya kita siagakan ada 1200 pompa kurang lebih 600 pompa yang portabel 600 pompa yang Mobile," ucap Pramono di Jakarta Timur, Senin, 12 Januari 2026.

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Menurutnya, dengan kesiapsiagaan pompa tersebut, dampak hujan ekstrem dapat ditekan. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana hujan dengan intensitas serupa hampir selalu memicu genangan luas di berbagai wilayah.

"Dan kalau lihat sekarang curah hujan yang seperti ini dulu pasti udah genangan di mana-mana, sekarang ini karena selalu kita siagakan termasuk sekarang," ungkapnya.

Pramono juga menyinggung kondisi di kawasan Ancol, Jakarta Utara yang sempat mengalami kenaikan muka air. Namun, air langsung dipompa agar tidak meluas dan mengganggu kawasan sekitarnya.

"Di Ancol memang ada kenaikan permukaan air langsung kita pompa," terang dia.

Ia menambahkan, penanganan banjir Jakarta akan terus dilakukan secara bertahap, mulai dari langkah jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. Meski demikian, fokus utama saat ini adalah memastikan sistem pengendalian banjir bekerja optimal di tengah cuaca ekstrem.

Banjir Arah Bandara Soetta <b>(Instagram)</b> Banjir Arah Bandara Soetta (Instagram)

"Sehingga demikian memang penangannya harus yang bersifat jangka pendek, jangka menengah, kalau jangka panjangnya udah terlalu panjang lah ubtuk dipikirkan. Sehingga dengan demikian itu yang akan tetap kita akan lakukan dalam penanganan untuk banjir di jakarta," tutup Pramono Anung.

Hujan berintensitas tinggi kembali mengguyur Jakarta sejak dini hari hingga pagi, Senin, 12 Januari 2026. Akibatnya, sejumlah wilayah terendam banjir, salah satunya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, tepatnya di jalur menuju Emporium.

Genangan air di lokasi tersebut dilaporkan cukup tinggi hingga melampaui ban mobil, menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi ini memicu kemacetan panjang sejak pagi hari, karena banyak pengendara terpaksa berhenti atau mencari jalur alternatif.

Banjir di Jakarta Utara turut dipengaruhi oleh kenaikan tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa pintu air tersebut berada pada status siaga 2.

x|close