Banjir Jakarta, Pramono: Curah Hujan Tertinggi Selama Saya Menjabat Gubernur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 20:05
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membeberkan fakta di balik banjir yang sempat merendam puluhan RT di Ibu Kota pada Minggu, 18 Januari 2026.

Menurutnya, banjir Jakarta dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mencapai 280 milimeter, angka tertinggi selama dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pramono menjelaskan, hujan deras dengan intensitas sangat tinggi tersebut terjadi hampir merata di sejumlah wilayah, khususnya Jakarta Utara. Dari delapan titik pengukuran curah hujan, rata-rata tercatat di angka 260 milimeter, bahkan beberapa titik menembus 280 milimeter.

"Di Jakarta Utara ada delapan titik untuk menghitung curah hujan itu rata-rata 260. Ada bahkan yang sampai dengan 280 dan itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat sebagai Gubernur Jakarta," ucapnya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin, 19 Januari 2026.

Baca Juga: Update Banjir Jakarta: 39 RT dan 28 Ruas Jalan Masih Tergenang

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Polisi Izinkan Motor Masuk Tol Wiyoto Wiyono Gegara Banjir

Banjir tersebut terjadi di tengah langkah antisipatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama beberapa hari terakhir.Upaya ini bertujuan untuk menekan dampak cuaca ekstrem dan meminimalisir potensi banjir di wilayah rawan genangan.

Meski menghadapi kondisi cuaca yang tergolong ekstrem, Pramono menegaskan tidak ingin menjadikan hal tersebut sebagai alasan. Ia menekankan bahwa penanganan banjir merupakan tanggung jawabnya.

"Tapi apapun saya tidak mengeluh terhadap hal itu, karena itu sudah menjadi tanggung jawab untuk bagaimana penanganannya dan alhamdulillah per tadi pagi itu semua sudah tidak ada yang terdampak lagi," tutup Pramono Anung.

x|close