Ntvnews.id, Jakarta - Transisi global dari kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) ke kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terus berjalan.
Seiring perubahan ini, pertanyaan besar yang sering muncul adalah: berapa lama sebenarnya baterai mobil listrik bisa bertahan?
Melansir New Atlas, Selasa (20/1/2026), perusahaan teknologi asal Kanada, Geotab, yang bergerak di bidang perangkat lunak manajemen armada untuk perusahaan logistik, lembaga pemerintah, dan kota pintar, mencoba menjawab pertanyaan tersebut melalui studi terbaru.
Sejak 2020, Geotab menganalisis degradasi baterai kendaraan listrik ringan. Dalam laporan terbarunya tahun 2025, mereka mengkaji data kesehatan baterai dari lebih dari 22.700 mobil listrik yang berasal dari 21 merek dan model berbeda.
Hasilnya cukup menjanjikan. Studi tersebut menunjukkan rata-rata degradasi baterai hanya 2,3% per tahun. Dengan angka tersebut, usia pakai baterai mobil listrik diperkirakan bisa mencapai 13 tahun atau bahkan lebih.
Artinya, setelah lebih dari satu dekade penggunaan, baterai EV masih mampu mempertahankan sekitar 75% kapasitasnya.
Angka ini terbilang baik, terutama jika dibandingkan dengan riset tahun 2024 dari perusahaan asuransi mobil The Zebra, yang menyebutkan pemilik mobil di Amerika Serikat (AS) rata-rata hanya mempertahankan kendaraannya selama sekitar delapan tahun.
Geotab menyimpulkan, temuan ini memperkuat posisi mobil listrik sebagai pilihan yang layak, baik untuk penggunaan pribadi maupun armada komersial.
Namun, tingkat degradasi baterai tidak seragam. Geotab mencatat sejumlah faktor yang memengaruhi, mulai dari model kendaraan, kebiasaan pengisian daya, kondisi iklim, hingga pola penggunaan.
Penggunaan pengisi daya cepat DC diketahui dapat mempercepat degradasi baterai dibandingkan pengisian AC Level 2 yang lebih lambat. Hal ini disebabkan oleh peningkatan suhu baterai saat proses pengisian cepat berlangsung.
Menariknya, studi Geotab pada tahun 2024 sebelumnya mencatat tingkat degradasi yang lebih rendah, yakni 1,8% per tahun.
Perbedaan ini dikaitkan dengan jumlah data yang lebih besar dalam laporan terbaru, serta meningkatnya penggunaan pengisian cepat DC hingga tahun 2025.
Jika dikombinasikan dengan riset lain yang menunjukkan mobil listrik mulai mengurangi jejak karbon hanya dalam waktu dua tahun, EV semakin terlihat unggul dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin dari sisi lingkungan.
Ke depan, kehadiran baterai semi-solid-state yang mulai masuk pasar juga menjanjikan usia pakai yang lebih panjang. Teknologi ini berpotensi membuat mobil listrik bertahan lebih lama di jalan sekaligus menjaga nilai jual kembali dalam jangka panjang.
Studi terbaru menunjukkan baterai mobil listrik dapat bertahan hingga 13 tahun. (Foto: Istimewa via New Atlas)