Menteri PPPA: Isra Miraj Momentum Perkuat Iman dan Perlindungan Perempuan Serta Anak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jan 2026, 13:28
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menilai peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai keimanan dan akhlak dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, terutama dalam upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak.

Hal tersebut disampaikan Arifah Fauzi saat menghadiri peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu, 19 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa kekuatan spiritual memiliki peran sentral dalam membangun keluarga yang berdaya dan berkarakter.

"Isra Miraj mengajarkan kita tentang kekuatan spiritual sebagai fondasi dalam kehidupan. Perempuan yang beriman dan berakhlakul karimah memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak dan generasi masa depan bangsa," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Baca Juga: PPATK: DSI Pakai Skema Ponzi Berkedok Syariah

Menurut dia, perempuan, khususnya ibu, merupakan pendidik pertama dan utama bagi anak-anak. Nilai agama, keteladanan, serta pembentukan akhlak yang ditanamkan sejak dini menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk dinamika di era digital.

"Penguatan spiritual di dalam keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai pengaruh negatif. Inilah ikhtiar yang harus terus kita jaga bersama," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa peristiwa Isra Miraj bukan sekadar perjalanan fisik Nabi Muhammad SAW, melainkan perjalanan spiritual yang sarat makna tentang keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan tanggung jawab sosial.

"Setelah mencapai puncak spiritual dalam Miraj, Rasulullah kembali ke tengah masyarakat. Ini mengajarkan bahwa spiritualitas sejati tercermin dari akhlak dan pengabdian sosial. Penguatan iman dan spiritualitas akan melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak, beradab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," kata Menag.

Baca Juga: Menteri PPPA Tekankan Pentingnya Budaya Sekolah Aman Cegah Kekerasan Anak

(Sumber: Antara) 

x|close