Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara, Medan, setelah sekolah tersebut terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Diksi PKPLK) Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menegaskan bahwa kembali menjalani aktivitas belajar mengajar setelah bencana bukanlah hal yang mudah, baik bagi murid maupun guru.
“Anak-anakku, kita harus tetap gemar belajar kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apapun. Bapak dan ibu guru akan terus berupaya menjadi teman belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi kalian semua,” ujar Dirjen Tatang dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.
Menurut Tatang, perasaan cemas, kelelahan, hingga duka akibat kehilangan harta benda, bahkan anggota keluarga, masih sangat mungkin dirasakan oleh para murid dan tenaga pendidik. Meski demikian, ia menekankan bahwa semangat untuk terus belajar harus tetap dipelihara.
Sejak bencana banjir melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Ditjen Diksi PKPLK Kemendikdasmen terus melakukan berbagai upaya penanganan dampak bencana terhadap keberlanjutan pendidikan. Total bantuan yang telah disalurkan di ketiga wilayah tersebut mencapai lebih dari Rp13 miliar.
Baca Juga: Kemendikdasmen dan Kemenpora Bahas Penyatuan Aturan Kompetisi Olahraga Sekolah
Bantuan tersebut meliputi penyediaan 109 unit tenda darurat, 7.600 paket schoolkit, 2.000 pasang sepatu, serta 80 paket sekolah darurat.
Selain bantuan sarana pendidikan, Kemendikdasmen juga memberikan dukungan psikososial berupa layanan trauma healing bagi murid serta orang tua atau keluarga yang terdampak bencana.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara Mardi Panjaitan menjelaskan bahwa banjir sempat merendam hampir seluruh ruang kelas dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.
Ia menyampaikan sekitar 400 murid terpaksa diliburkan dan mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing selama kondisi belum memungkinkan.
Tidak hanya ruang kelas, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas sekolah, termasuk ruang administrasi dan kantin yang merupakan hasil program revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025.
Akibat peristiwa tersebut, perabot sekolah yang baru digunakan turut mengalami kerusakan dan memerlukan perbaikan ulang.
“Mebel yang baru akhirnya kondisinya seperti mebel lama, karena terendam banjir. Untungnya papan interaktif digital datang setelah banjir, sehingga bisa kami selamatkan,” ujar Mardi.
(Sumber: Antara)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meninjau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru di SLB Negeri Pembina Tingkat Provinsi Sumatra Utara pada Rabu 7 Desember 2025 usai mengalami bencana banjir pada beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Humas Kemendikdasmen (Antara)