China Imbau Warganya Waspada di Jepang, Ada Apa?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Jan 2026, 04:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun (ANTARA/Desca Lidya Natalia) Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun (ANTARA/Desca Lidya Natalia) (Antara)

Ntvnews.id, Beijing - Pemerintah China meminta seluruh warganya yang berada di Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan. Beijing menilai warga negara China belakangan ini menjadi sasaran di sejumlah wilayah Jepang.

Dilansir dari Anadolu, Selasa, 6 Januari 2026, imbauan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan Beijing–Tokyo, yang dipicu oleh pernyataan kontroversial Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan. Komentar itu dipandang China sebagai bentuk potensi intervensi.

Dalam pernyataannya, Kedutaan Besar China di Tokyo, meminta warga negara China menunda perjalanan ke Jepang untuk sementara waktu. Imbauan itu sebenarnya telah dikeluarkan pada Sabtu, 3 Januar 2026 waktu setempat, namun baru diberitakan media pemerintah China pada Senin, 5 Januari 2026.

Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, Kedutaan Besar China menyebutkan bahwa situasi keamanan publik di beberapa wilayah Jepang mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: China Desak AS Segera Bebaskan Presiden Maduro dan Istri

Kedutaan Besar China juga menyinggung terjadinya sejumlah insiden kekerasan di beberapa prefektur, di antaranya Fukuoka, Shizuoka, dan Aichi.

Dalam keterangannya, Kedutaan Besar China menyatakan banyak wisatawan asal China di Jepang melaporkan mengalami pelecehan verbal hingga serangan fisik tanpa alasan yang jelas, yang menyebabkan sejumlah korban mengalami luka-luka.

Selain itu, Kedutaan Besar China secara khusus menyoroti insiden sebuah kendaraan yang menabrak pejalan kaki di Distrik Shinjuku, Tokyo, pada 31 Desember lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan dua warga negara China menderita luka serius dan harus mendapatkan perawatan darurat di rumah sakit.

Ilustrasi - Bendera China dan Jepang. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/as. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera China dan Jepang. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/as. (Antara)

Distrik Shinjuku sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan hiburan dan tujuan wisata paling ramai di Tokyo.

Melalui imbauan tersebut, Kedutaan Besar China kembali menegaskan agar warga negaranya menghindari perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat.

Hingga kini, belum ada respons resmi dari otoritas Jepang terkait imbauan terbaru yang disampaikan pemerintah China itu.

Baca Juga: Mantan Pemain Ungkap Kunci Sukses John Herdman Saat Bangkitkan Sepak Bola Kanada

Ketegangan hubungan kedua negara meningkat sejak 7 November lalu, ketika PM Takaichi menyatakan bahwa kemungkinan serangan China terhadap Taiwan secara hukum dapat dikategorikan sebagai situasi yang mengancam kelangsungan hidup, sehingga berpotensi memberi dasar bagi Jepang untuk menggunakan hak membela diri secara kolektif.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Beijing. Pemerintah China kemudian mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Jepang serta kembali memberlakukan larangan impor makanan laut, bersama sejumlah langkah pembatasan lainnya.

HIGHLIGHT

x|close