Kritik Jalan Rusak Berujung Intimidasi Warga, Wabup Garut Turun Langsung Minta Audit Desa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Jan 2026, 09:46
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Viral Pria di Intimidasi Pihak Kepala Desa di Garut Viral Pria di Intimidasi Pihak Kepala Desa di Garut (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kritik warga terhadap kondisi jalan rusak di sebuah desa di Kabupaten Garut berujung pada dugaan intimidasi. Seorang pemuda dilaporkan mendapat tekanan verbal hingga nyaris mengalami kekerasan fisik setelah menyuarakan ketidakberesan pembangunan di wilayahnya. Peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi tegas dari Wakil Bupati Garut.

Dalam video yang beredar luas dan dikutip pada Senin, 5 Januari 2025, terlihat seorang pemuda dikerumuni sejumlah pria dan wanita. Situasi tampak memanas ketika beberapa orang melontarkan kata-kata bernada ancaman dan emosi. Salah satu pria bahkan terdengar memaki pemuda tersebut dengan nada menantang.

"Mau tenar kamu? Mau ngejago?" ucap seorang pria berbaju gambar One Piece dalam video tersebut menggunakan bahasa Sunda.

Baca Juga: Hari Pertama Sekolah, Mendikdasmen Ajak Pelajar Aceh Tamiang Bangkit dan Tetap Raih Cita-cita

Pemuda yang menjadi sasaran intimidasi terlihat hanya diam dan menunduk. Ia sempat mencoba menjelaskan persoalan yang dipermasalahkan, namun ucapannya berkali-kali dipotong oleh orang-orang di sekelilingnya yang tampak semakin emosional.

Belakangan diketahui, pemuda tersebut bernama Holis Muhlisin (31), warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Holis mengungkapkan bahwa peristiwa intimidasi itu terjadi pada 27 Oktober 2025. Namun, ia baru mengunggah rekaman video tersebut ke akun Facebook pribadinya pada akhir Desember 2025 setelah mempertimbangkan berbagai hal.

Menurut penuturan Holis, tekanan yang ia alami bermula dari sikap kritisnya terhadap kondisi pembangunan desa yang dinilainya tidak tertata dengan baik. Sorotan utamanya tertuju pada akses jalan desa yang rusak parah dan belum mendapat penanganan layak.

Ia menegaskan, kritik yang disampaikannya murni sebagai bentuk kepedulian agar desanya bisa berkembang lebih baik, bukan demi mencari popularitas.

Kasus ini kemudian mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Garut, Putri Karlina. Ia menyampaikan kekecewaannya atas tindakan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik, terlebih karena kejadian serupa disebut bukan pertama kali terjadi.

Baca Juga: Diserang Kritik Viral, CEO Xiaomi Bongkar SUV Listrik YU7 Secara Live untuk Buktikan Kualitas Material

"Yang namanya menjadi pimpinan, harus siap jika dikritik," kata Putri dalam keterangan resminya.

Sebagai tindak lanjut, Putri menyatakan telah menginstruksikan Inspektorat Kabupaten Garut untuk melakukan audit terhadap desa terkait. Audit tersebut tidak hanya menyasar proyek pembangunan yang dipersoalkan warga, tetapi juga ditujukan untuk menelusuri kronologi kejadian berdasarkan keterangan kepala desa.

"Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang selalu memberikan masukan. Semoga kejadian ini dapat diambil hikmahnya, khususnya oleh rekan-rekan kepala desa dan pejabat lainnya," tuturnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya ruang kritik yang aman bagi warga serta tanggung jawab pemimpin desa dalam menyikapi aspirasi masyarakat tanpa intimidasi.

HIGHLIGHT

x|close