Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pemuda asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berinisial MFS (19), meregang nyawa saat merayakan malam pergantian tahun baru 2026 di Kota Makassar. Peristiwa tragis itu diduga kuat dipicu aksi pengeroyokan yang terjadi di tengah euforia pergantian tahun.
Insiden tersebut berlangsung di Jalan Kerung-kerung, Makassar, pada Kamis (1/1/2026) dini hari. Saat kejadian, MFS tengah berada di lapak jualan milik pacarnya. Suasana yang semula diwarnai perayaan berubah mencekam ketika sejumlah orang diduga menyalakan petasan dan mengarahkannya ke lokasi tempat korban duduk.
Sepupu korban, RAA, yang berada di lokasi, menceritakan awal mula kejadian tersebut. Menurutnya, petasan yang diarahkan ke lapak pacar korban memicu ketegangan.
"Gegara petasan ke penjualan ini cewek (pacar korban). Saya sedang duduk, dua kali tembakan ke sini," ujar RAA kepada wartawan, dilansir Jumat, 2 Desember 2025.
Baca Juga: Sebulan Pascabencana, Wamen Todoua Sebut Pemerintah Bangun Lebih dari 1.000 Rumah di Tiga Provinsi
RAA mengaku sempat menegur para pelaku agar menghentikan permainan petasan tersebut. Setelah menyampaikan teguran, ia masuk ke dalam rumah dengan harapan situasi mereda. Namun, teguran itu tidak diindahkan. Para pelaku justru kembali mendatangi lokasi dan situasi berubah menjadi kekerasan.
"Saya keluar, saya bilang sudah, sudah, jadi terus mereka lari ke sini dan bermain petasan. Jadi di situ dilihat ada dikeroyok," terang RAA.
Dalam pandangannya, pengeroyokan itu melibatkan sekitar tujuh orang. Ia juga menyebut beberapa di antaranya membawa senjata tajam, yang membuat situasi semakin berbahaya bagi korban.
"Saya lihat dikeroyok kurang lebih 7 orang dan ada yang bawa senjata tajam," tuturnya.
RAA juga menjelaskan bahwa dirinya datang ke Makassar bersama korban dengan berboncengan sepeda motor dari Kabupaten Gowa. Keduanya berniat merayakan malam tahun baru bersama pacar korban di kota tersebut.
Baca Juga: Lebih dari 1.800 Personel Pasukan Perdamaian PBB Tinggalkan Lebanon Selatan
"Saya temani sepupu ke pacarnya untuk rayakan tahun baru. Korban orang Palangga dan saya dari Bontonompo, kami berboncengan motor ke Makassar," ungkapnya.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang menyebabkan seorang pemuda meninggal dunia di lokasi kejadian. Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, menyampaikan bahwa aparat kepolisian telah bergerak untuk menangani kasus tersebut.
"Benar, telah terjadi penganiayaan yang menyebabkan seorang pemuda meninggal dunia di Jalan Kerung-kerung. Untuk kejadian ini tengah dilakukan penyelidikan oleh anggota Polrestabes Makassar dan Polsek Makassar," kata Wahiduddin.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut dengan membentuk tim gabungan guna mengungkap secara menyeluruh peristiwa yang merenggut nyawa pemuda asal Gowa tersebut.
Pemuda Asal Gowa Tewas Dikeroyok (Instagram)