Ntvnews.id, Beijing - Kementerian Luar Negeri China pada Minggu menegaskan bahwa Amerika Serikat harus segera membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, yang menurut klaim Presiden AS Donald Trump telah ditangkap dan dibawa ke luar negeri.
"China menyerukan kepada AS untuk menjamin keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, membebaskan mereka segera, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri China, sebagaimana dikutip dari Xinhua, Senin 5 Januari 2026.
Pemerintah China juga menyampaikan keprihatinan atas penahanan paksa terhadap Maduro dan istrinya oleh Amerika Serikat.
Menurut kementerian tersebut, langkah Washington itu melanggar hukum internasional serta norma-norma dasar dalam hubungan internasional, dan bertentangan dengan tujuan serta prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca Juga: Terbelahnya Warga Venezuela Usai Penangkapan Maduro oleh AS
Sebelumnya pada Sabtu, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela, menangkap Maduro dan istrinya, serta mengeluarkan mereka dari negara tersebut.
Sejumlah media melaporkan adanya ledakan di Caracas dan mengaitkan serangan itu dengan keterlibatan unit Delta Force AS. Surat kabar New York Times, mengutip seorang pejabat senior Venezuela, melaporkan sedikitnya 40 orang tewas, termasuk personel militer dan warga sipil.
Otoritas Venezuela menyebut tidak mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut bukti bahwa presiden mereka masih hidup. Trump kemudian membagikan sebuah foto yang, menurut klaimnya, memperlihatkan Maduro berada di atas kapal USS Iwo Jima.
AS Lancarkan Agresi Militer ke Venezuela (Reuters/Antara)
Media Amerika Serikat juga menayangkan gambar sebuah pesawat yang mendarat di Negara Bagian New York, yang diduga membawa Maduro dan istrinya dengan pengawalan puluhan aparat penegak hukum.
Beberapa anggota Kongres AS mengecam operasi tersebut dan menilainya sebagai tindakan ilegal, sementara pemerintah AS menegaskan bahwa Maduro akan menghadapi proses hukum.
Baca Juga: Wapres Venezuela Tegaskan Siap Pertahankan Negara dan Sumber Daya Alam Usai Serangan AS
Kementerian Luar Negeri Venezuela mengumumkan rencana untuk mengajukan banding ke sejumlah organisasi internasional terkait tindakan Washington serta meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB yang dijadwalkan pada 5 Januari.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan solidaritas terhadap Venezuela.
Moskow menyampaikan keprihatinan mendalam atas laporan pemindahan paksa Maduro dan istrinya dalam agresi AS, menuntut pembebasan keduanya, serta mendesak upaya pencegahan agar situasi di Venezuela tidak semakin eskalatif.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu, 3 Januari 2026 mempublikasikan foto Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Istimewa)