Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melakukan kesiapan secara menyeluruh menjelang kembali dilaksanakannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah pada 8 Januari 2026.
"SPPG harus siap," kata Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang saat dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta, Senin.
Nanik menyampaikan bahwa hingga saat ini belum terdapat perubahan terkait jadwal pelaksanaan Program MBG tahun 2026 bagi para siswa. Jadwal tersebut tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan pada akhir Desember 2025.
"Belum ada perubahan, masih sesuai jadwal," ujar dia.
Sebelumnya, BGN mencatat telah membangun sebanyak 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan Program MBG.
Baca Juga: Topang Program MBG, BGN Bangun 19.188 SPPG Sepanjang 2025
Pada fase awal pelaksanaan, BGN memulai layanan dengan 190 SPPG guna membangun fondasi awal sistem pelayanan. Pencapaian tersebut menjadi dasar penting dalam persiapan pelaksanaan Program MBG secara lebih luas pada tahun 2026.
Mulai 8 Januari 2026, BGN akan kembali mengoperasikan Program MBG secara serentak di berbagai daerah dan menargetkan pelayanan kepada sekitar 55,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana.
Selain itu, Program MBG yang dilaksanakan di wilayah terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang dialihkan untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi, dinilai tetap mampu menggerakkan aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
(Sumber : Antara)
Dua orang balita tengah menerima Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan ke rumah oleh petugas penyuluh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). ANTARA/HO-Kemendukbangga/BKKBN. (Antara)