Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah menyalurkan Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp34,6 triliun untuk pembiayaan 278.868 unit rumah subsidi sepanjang tahun 2025, sebagai upaya memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) per Rabu, 1 Januari 2026, penyaluran FLPP tersebut tersebar di 13.249 kawasan perumahan pada 401 kabupaten dan kota di 33 provinsi di Indonesia.
Dari total rumah subsidi yang disalurkan, sebanyak 278.865 unit atau 99,99 persen merupakan rumah tapak, sementara rumah susun tercatat sebanyak tiga unit atau 0,01 persen.
Nilai total penyaluran FLPP sepanjang 2025 mencapai Rp34,64 triliun dengan dukungan 40 bank penyalur. Program ini menjadi salah satu instrumen utama pemerintah dalam mendorong kepemilikan rumah bagi MBR dengan skema cicilan terjangkau dan suku bunga tetap sebesar lima persen selama jangka waktu tertentu.
Baca Juga: Prabowo Serahkan Langsung Kunci Rumah Subsidi untuk MBR
Berdasarkan kelompok penerima manfaat, pekerja swasta menjadi penerima terbesar dengan 205.311 unit atau 73,63 persen dari total penyaluran. Selanjutnya, kelompok wiraswasta menerima 39.218 unit atau 14,06 persen, diikuti pegawai negeri sipil sebanyak 20.814 unit atau 7,46 persen.
Sementara itu, anggota TNI dan Polri tercatat menerima 5.409 unit atau 1,94 persen, dan kategori lainnya sebanyak 8.116 unit atau 2,91 persen.
BP Tapera mencatat capaian penyaluran FLPP pada 2025 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah sejak program tersebut dijalankan pada 2010. Tren peningkatan terlihat dari penyaluran 229.000 unit pada 2023, naik menjadi 200.300 unit pada 2024, dan mencapai 278.868 unit pada 2025.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyatakan pencapaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan perumahan sekaligus mengurangi beban biaya sewa yang selama ini dihadapi masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui FLPP, pemerintah berharap semakin banyak keluarga MBR dari berbagai latar belakang profesi dapat memiliki rumah yang layak huni dengan skema pembiayaan yang terjangkau dan berkelanjutan.
Berikut Infografiknya:
Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp34,6 triliun disalurkan untuk 278.868 rumah subsidi sepanjang 2025. Program ini menjadi tulang punggung penyediaan rumah layak untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (Antara)
Baca Juga: Kisah Tukang Kopi Keliling yang Kini Punya Rumah Berkat Program Rumah Subsidi Prabowo
Dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp34,6 triliun disalurkan untuk 278.868 rumah subsidi sepanjang 2025. Program ini menjadi tulang punggung penyediaan rumah layak untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). (Antara)