Ngeri, Pendaki Tewas Diduga Diserang Singa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jan 2026, 11:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi mayat Ilustrasi mayat (freepik/ kjpargeter)

Ntvnews.id, Washington D.C - Seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban serangan singa gunung (mountain lion) saat mendaki seorang diri di Pegunungan Rocky, Colorado, Amerika Serikat, pada hari pertama tahun 2026.

Peristiwa ini berpotensi menjadi kasus serangan mematikan pertama oleh satwa tersebut di Colorado dalam lebih dari 25 tahun, berdasarkan keterangan otoritas setempat.

Dilansir dari AsiaOne, Minggu, 4 Januari 2026, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh pendaki lain di jalur Crosier Mountain, wilayah timur laut Estes Park, sekitar tengah hari. Lokasi kejadian berada di area hutan terpencil, kurang lebih 80 kilometer di barat laut Denver.

Para pendaki yang menemukan korban melihat seekor singa gunung berada di sekitar tubuh korban dan berhasil menghalaunya dengan melempar batu.

Seorang dokter yang kebetulan berada di antara para pendaki sempat memberikan pertolongan pertama, namun tidak menemukan denyut nadi, ujar juru bicara Colorado Parks and Wildlife (CPW), Kara Van Hoose, kepada wartawan.

Baca Juga: Hard Gumay Ramal Penemuan Hewan Langka di Desa Terpencil pada 2026, Jadi Sorotan Dunia

Petugas CPW langsung menutup sementara jalur pendakian di sekitar lokasi untuk penanganan kejadian. Aparat kemudian menembak mati dua singa gunung yang berada di area tersebut. Hingga kini, belum dapat dipastikan apakah hanya satu atau lebih hewan yang terlibat dalam dugaan serangan tersebut.

“Ada tanda-tanda yang konsisten dengan serangan singa gunung,” ujar Van Hoose dalam konferensi pers, seperti dikutip dari AsiaOne, Minggu, 4 Januari 2026.

CPW menyebutkan bahwa serangan singa gunung terhadap manusia di Colorado tergolong jarang terjadi. Sejak 1990, tercatat 28 laporan serangan, dengan kasus fatal terakhir terjadi pada 1999.

Singa  <b>(Getty Images )</b> Singa (Getty Images )

Saat ini, ahli patologi CPW tengah melakukan nekropsi terhadap dua singa gunung yang ditembak mati guna memeriksa kemungkinan adanya kelainan atau penyakit saraf, seperti rabies dan flu burung, serta untuk menelusuri keberadaan DNA manusia.

Sesuai kebijakan CPW, singa gunung yang terlibat dalam serangan terhadap manusia harus ditangani secara mematikan untuk mencegah kejadian serupa terulang. Apabila tidak ditemukan DNA manusia, pencarian akan dilanjutkan guna memastikan apakah ada hewan lain yang terlibat.

Identitas korban serta penyebab kematian resmi akan diumumkan oleh Kantor Koroner Larimer County.

Baca Juga: Ilmuwan Mulai Lakukan Tranpalasi Sel Otak Manusia ke Hewan

Colorado diketahui memiliki populasi singa gunung yang relatif stabil, diperkirakan antara 3.800 hingga 4.400 individu dewasa. Upaya konservasi dinilai berhasil memulihkan populasi satwa ini dari ambang kepunahan pada 1960-an akibat perburuan berhadiah.

Pada musim dingin, singa gunung di wilayah Front Range Pegunungan Rocky cenderung turun ke dataran yang lebih rendah untuk mencari mangsa seperti rusa dan elk. Kondisi ini meningkatkan potensi pertemuan dengan manusia maupun hewan peliharaan.

“Karena singa gunung memang cukup umum di wilayah ini, potensi konflik tetap ada,” kata Van Hoose.

x|close