Percepat Penyaluran Bantuan di Aceh, Mendagri Minta Kepala Desa Segera Susun Data Warga Penerima

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jan 2026, 22:30
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (kemeja putih, tengah) melakukan pengecekan progres pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara. ANTARA/HO-Kemendagri. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (kemeja putih, tengah) melakukan pengecekan progres pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara. ANTARA/HO-Kemendagri. (Antara)

Ntvnews.id, Aceh Tamiang - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta kepala desa di Aceh, atau keuchik, untuk bertanggung jawab dalam mendata masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor yang berhak menerima bantuan pemerintah, khususnya hunian sementara (huntara), hunian tetap (huntap), dan dana tunggu hunian (DTH).

Tito menjelaskan, langkah ini adalah jalan tengah terkait persoalan tersendatnya pendataan penerima bantuan di Aceh. Adapun kendala utamanya disebabkan oleh hilangnya dokumen kependudukan masyarakat, seperti kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK), kala bencana terjadi.

“Kita ambil jalan pintas, keuchik saja yang bertanggung jawab. Keuchik membuat daftar kerusakan ringan, sedang, berat, yang penting betul-betul diyakini itu. Kemudian diserahkan kepada bupati, dan bupati kemudian akan dibantu oleh Kapolres dan Kejari untuk meng-crosscheck,” ujar Tito di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2025.

Menurut Tito, langkah ini perlu segera dilakukan agar para pengungsi bisa secepatnya berpindah dari posko pengungsian ke hunian yang lebih layak. Berdasarkan perhitungan yang ia lakukan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, sekitar 60 persen pengungsi dapat langsung direlokasi apabila pendataan tersebut rampung.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Bantuan Bencana Harus Transparan dan Tanpa Kepentingan

Dengan skema tersebut, ia berharap Aceh bisa mengikuti jejak Sumatra Barat dan Sumatra Utara yang menurutnya telah bergerak cepat dalam menyerahkan data penerima bantuan.

“Dari Aceh, kalau bisa lebih cepat lagi,” tegasnya.

Ia menambahkan, data tersebut sangat krusial karena tidak hanya digunakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tetapi juga oleh Kementerian Sosial untuk penyaluran bantuan tunai. Oleh karena itu, ia meminta seluruh kepala daerah untuk bekerja sama dalam mempercepat proses pendataan.

“Jangan sampai masyarakat menyalahkan pemerintah karena tidak cepat, padahal pemerintah menunggu data itu. Data ini sangat penting supaya BNPB bisa mengeksekusi, Menteri Sosial mengeksekusi. Uangnya sudah ada, problemnya hanya masalah data,” pungkasnya.

x|close