Menteri PPPA Minta UPTD PPA Jatim Optimalkan Layanan Pascarenovasi Gedung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Des 2025, 19:39
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. ANTARA/HO-KemenPPPA (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi meminta agar layanan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jawa Timur dapat dioptimalkan pascarenovasi gedung.

"Selamat UPTD PPA Provinsi Jawa Timur sudah selesai direnovasi. Mudah-mudahan ini berdampak signifikan pada layanan yang lebih baik. Jadi bukan hanya gedungnya yang baik, tetapi juga layanannya harus semakin baik," ujar Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 28 Desember 2025.

Permintaan tersebut disampaikan saat Arifah meninjau UPTD PPA Provinsi Jawa Timur yang telah selesai direnovasi melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik PPA. Ia berharap pembenahan fasilitas tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Provinsi Jawa Timur termasuk salah satu daerah penerima DAK Fisik PPA yang digunakan untuk memperkuat sarana dan prasarana layanan bagi korban perempuan dan anak. Di UPTD PPA tersebut, beberapa ruangan layanan telah dirancang dengan memperhatikan kenyamanan dan keamanan korban, termasuk ruang tunggu nyaman, jalur akses kursi roda, command center, serta ruang konseling kedap suara untuk menjaga kerahasiaan korban.

Baca Juga: MenPPPA Nilai Putusan Kasus Penganiayaan Balita Hingga Tewas Belum Penuhi Rasa Keadilan

"Saya melihat beberapa ruangan yang sudah mempertimbangkan kenyamanan korban dalam mengakses layanan di UPTD PPA Provinsi Jawa Timur, termasuk adanya ruangan kedap suara yang sangat penting bagi korban," kata Menteri Arifah Fauzi.

Ia menyoroti data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) yang menunjukkan tingginya angka pelaporan kasus di Jawa Timur. Menurutnya, hal ini mencerminkan kesadaran masyarakat yang meningkat, namun juga menjadi tantangan dalam memperkuat upaya pencegahan.

"Tingginya pelaporan di Jawa Timur menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin baik, lebih berani melapor, lebih berani speak up dan bercerita. Namun di sisi lain, ini juga menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk memperkuat upaya pencegahan," ujar Menteri Arifah Fauzi.

Arifah juga menekankan pentingnya pemetaan kualitas layanan UPTD PPA, termasuk penetapan kategori dan indikator yang jelas untuk menilai layanan yang sudah optimal maupun yang memerlukan penguatan, serta peningkatan kapasitas petugas, termasuk petugas baru, agar layanan tetap maksimal.

"Kita perlu kategori dan indikator yang jelas. Selain itu, pemetaan dan penguatan kapasitas petugas juga menjadi agenda penting agar layanan tetap maksimal, termasuk bagi petugas baru," kata Arifah Fauzi.

Baca Juga: MenPPPA Target 300 Perusahaan Terapkan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan

(Sumber: Antara)

x|close