Ntvnews.id, Moskow -
Rusia akan mengambil langkah serupa jika Amerika Serikat (AS) kembali melakukan uji coba senjata nuklir, ujar Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov.
"Jika Amerika Serikat kembali melakukan uji coba senjata nuklir secara penuh dan eksplosif, kami berhak melakukan hal yang sama," kata Ryabkov dalam forum diskusi internasional Valdai, sebagaimana dilansir dari Sputnik, Selasa, 23 Desember 2025.
Ia menambahkan bahwa hingga kini Rusia belum menerima tanggapan substantif dari AS terkait usulan untuk tetap mematuhi pembatasan dalam Perjanjian New START (New Strategic Arms Reduction Treaty) setelah perjanjian itu berakhir.
Pesawat Militer Rusia Antonov AN-22 (Wikimedia)
Ryabkov menegaskan bahwa Rusia siap menjaga keamanan nasional dengan meningkatkan keandalan dan efektivitas kemampuan penangkal, sekaligus mempertahankan keseimbangan strategis melalui langkah-langkah penyeimbang militer-teknis.
Rusia juga tengah mempersiapkan diri menghadapi seluruh kemungkinan perkembangan situasi strategis pasca-berakhirnya New START, sambil berharap skenario terburuk bisa dihindari.
Baca Juga: Dua Remaja Tewas Tenggelam di Danau Tambun Selatan
Presiden AS Donald Trump pada November menyatakan negaranya akan melakukan uji coba nuklir karena "tidak punya pilihan" ketika negara lain melakukannya.
"Kami akan melakukan uji coba nuklir seperti yang dilakukan negara lain. Kami memiliki lebih banyak senjata nuklir dibanding negara mana pun dan kami harus mengujinya," kata Trump.
Menanggapi pernyataan itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pihaknya akan terpaksa mengambil tindakan untuk merespons uji coba nuklir yang dilakukan negara-negara lain.
Ilustrasi Fasilitas Nuklir Iran yang diserang oleh AS dan Israel (Antara)