Israel Tunda Pembahasan RUU Aneksasi Wilayah Tepi Barat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Okt 2025, 14:08
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (Xinhua) Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Yerusalem - Pemerintah Israel memutuskan untuk menunda pembahasan rancangan undang-undang (RUU) terkait rencana pencaplokan wilayah pendudukan Tepi Barat, meskipun rancangan itu sempat lolos dalam tahap pemungutan suara awal di Knesset, parlemen Israel, pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Ketua koalisi pemerintahan Israel, Ofir Katz, dalam pernyataannya pada Kamis, 23 Oktober 2025, mengungkapkan bahwa RUU mengenai aneksasi penuh Tepi Barat serta permukiman besar Maale Adumim di dekat Yerusalem “dibekukan hingga waktu yang belum ditentukan.”

Sebelumnya, parlemen telah memberikan suara mendukung dua RUU yang bertujuan untuk menerapkan hukum dan administrasi Israel di seluruh permukiman di wilayah tersebut. Namun keputusan itu menuai sorotan karena dilakukan bersamaan dengan kunjungan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance ke Israel.

Menanggapi hal itu, Vance yang berbicara kepada wartawan di Bandar Udara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv, menyebut pemungutan suara tersebut sebagai “tindakan politik tanpa nilai praktis.”

Baca Juga: Trump Tegaskan Tidak Akan Izinkan Israel Aneksasi Tepi Barat

“Jika itu memang aksi politik, maka ini langkah yang sangat bodoh, dan secara pribadi saya merasa tersinggung,” kata Vance.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menilai pemungutan suara di parlemen tersebut merupakan “provokasi politik yang sengaja dilakukan oleh oposisi” untuk menciptakan ketegangan selama kunjungan pejabat tinggi AS itu.

Dalam pernyataannya, pihak Netanyahu juga menegaskan bahwa Partai Likud, yang dipimpinnya, tidak memberikan dukungan terhadap dua RUU tersebut.

“Tanpa dukungan Likud, rancangan undang-undang ini tidak akan dapat diberlakukan,” demikian pernyataan resmi kantor perdana menteri.

(Sumber: Antara)

TERKINI

3 Syarat dari Iran Jika Ingin Perang Berakhir, Apa Itu?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Rekam Rudal Iran di Langit Dubai, Turis Terancam Hukuman Penjara

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 07:30 WIB

Jepang Mulai Lepas Cadangan Minyak

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:50 WIB

Trump Klaim Lagi Perang AS-Israel Melawan Iran Segera Berakhir

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:45 WIB

Penembakan Terjadi di Kampus AS, 2 Orang Terluka dan Pelaku Tewas

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:25 WIB

Antrean Panjang di Sejumlah Bandara AS, Ada Apa?

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:15 WIB

Pasukan Quds Iran Bersumpah Terus Lawan AS-Israel

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 06:10 WIB

Trump Persilakan Timnas Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Namun...

Luar Negeri Jumat, 13 Mar 2026 | 05:45 WIB
Load More
x|close