Jokowi Jelaskan Detail Riwayat Pendidikannya di Sidang Roy Suryo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Nov 2026, 11:55
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kiri, bawah) menjadi saksi sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baiknya terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Presiden ke-7 RI Joko Widodo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut. Presiden ke-7 RI Joko Widodo (kiri, bawah) menjadi saksi sidang lanjutan dugaan pencemaran nama baiknya terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Kamis (5/11/2026). Presiden ke-7 RI Joko Widodo dihadirkan sebagai saksi dalam sidang tersebut. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memaparkan secara rinci rekam jejak riwayat pendidikannya dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi saat hadir memberikan kesaksian langsung di hadapan majelis hakim dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu dengan terdakwa Roy Suryo dan kawan-kawan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Kamis, 5 November 2026.

"Jadi, dimulai dari SD. SD saya di SD Negeri Nomor 111 Kota Surakarta. Kemudian SMP di SMP Negeri 1 Kota Surakarta, kemudian SMA di SMA Negeri 6 Kota Surakarta," ungkap Jokowi di ruang sidang.

Selepas merampungkan pendidikan menengah atas di Solo, Jokowi melanjutkan langkah akademiknya dengan menempuh jenjang pendidikan tinggi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pemaparan tersebut disampaikan oleh Jokowi menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar dirinya menceritakan kronologi serta riwayat pendidikannya secara berurutan.
 

Selain mengonfirmasi latar belakang sekolahnya, JPU turut menggali informasi lebih mendalam mengenai penjurusan serta daftar mata kuliah pilihan yang diambil Jokowi selama aktif berkuliah di Fakultas Kehutanan UGM.

Jokowi menjelaskan bahwa pada masa kepesertaannya sebagai mahasiswa kala itu, Fakultas Kehutanan UGM belum menerapkan sistem pembagian jurusan secara formal.

"Jadi di Fakultas Kehutanan itu sejak saya masuk tidak ada yang namanya jurusan. Tidak ada. Tetapi kami para mahasiswa itu diberikan pilihan untuk mengambil mata kuliah pilihan," jelas Jokowi.

Kendati tidak ada pembagian jurusan baku, mahasiswa lazimnya mengarahkan fokus studi melalui pengambilan mata kuliah pilihan yang mencerminkan peminatan tertentu, seperti teknologi kayu atau teknologi hasil hutan, silvikultur, ekonomi kehutanan, hingga bidang konservasi hutan.

Jokowi menyebutkan bahwa dirinya lebih banyak mendalami dan mengambil mata kuliah pilihan yang berfokus pada sektor teknologi hasil hutan atau teknologi kayu.
 

Beberapa mata kuliah spesifik yang pernah diambilnya meliputi struktur dan sifat kayu, ilmu pengeringan kayu, pengawetan kayu, proses pembuatan pulp dan kertas, industri kayu lapis, hingga teknik penggergajian kayu.

"Karena saya banyak mengambil mata kuliah pilihan di bidang teknologi hasil hutan atau teknologi kayu, seperti mata kuliah struktur dan sifat kayu," kata Jokowi.

Ia menambahkan, konsistensi pengambilan mata kuliah pilihan tersebut membuat rekan-rekan seangkatannya semasa kuliah mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari kelompok studi bidang teknologi kayu atau teknologi hasil hutan.

"Teman-teman saya menyampaikan bahwa saya berada di wilayah jurusan teknologi kayu atau teknologi hasil hutan," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jalannya persidangan penting ini turut dihadiri oleh Kaesang Pangarep dan Kahiyang Ayu yang hadir mendampingi secara langsung untuk memberikan dukungan moril kepada sang ayah saat bersaksi di ruang sidang PN Jaktim.