Ntvnews.id, Istanbul - Abdul El-Sayed, politikus Partai Demokrat keturunan Mesir-Amerika yang pernah bekerja di bidang kesehatan masyarakat, mencatat sejarah dalam pemilihan sela Amerika Serikat. Pada Selasa, 3 November 2026, dia terpilih sebagai anggota Senat AS dan menjadi muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut.
Dalam pemilihan di Michigan, El-Sayed berhasil mengungguli Mike Rogers, kandidat dari Partai Republik. Kemenangan itu mendapat perhatian luas karena membuka babak baru bagi keterwakilan muslim di lembaga legislatif Amerika Serikat.
El-Sayed memperoleh kursi Senat yang ditinggalkan Gary Peters, senator Partai Demokrat yang memutuskan pensiun. Pencapaian tersebut diraih setelah kampanyenya diwarnai perbedaan pandangan di internal Partai Demokrat, terutama mengenai layanan kesehatan, kebijakan ekonomi, dan sikap Amerika Serikat terhadap Israel.
Kehidupan Awal dan Pendidikan
Baca Juga: Abdul El-Sayed Jadi Muslim Pertama Terpilih sebagai Senator AS, Menang di Michigan
El-Sayed lahir di Rochester Hills, Michigan. Kedua orang tuanya merupakan imigran asal Mesir. Sebelum memasuki dunia politik, dia menempuh pendidikan dan membangun karier di bidang kedokteran serta kesehatan masyarakat.
Pada 2007, pria berusia 42 tahun tersebut menyelesaikan pendidikan di University of Michigan. Empat tahun kemudian, dia memperoleh gelar di bidang kesehatan masyarakat dari University of Oxford melalui program beasiswa Rhodes atau Rhodes Scholar. El-Sayed selanjutnya meraih gelar kedokteran dari Columbia University pada 2014.
Kariernya di pemerintahan dimulai pada 2015 ketika dipercaya menjadi direktur kesehatan Kota Detroit, salah satu kota besar di Michigan. Dalam posisi tersebut, dia memimpin upaya pemulihan dan pembangunan kembali layanan kesehatan masyarakat setelah kota itu mengalami krisis keuangan.
El-Sayed menjalankan tugas tersebut hingga 2017. Setahun kemudian, dia maju sebagai calon gubernur Michigan dari Partai Demokrat. Namun, langkahnya terhenti setelah kalah dari Gretchen Whitmer dalam pemilihan pendahuluan partai.
Baca Juga: Demokrat Menang Pemilu Sela AS, Sejumlah Kandidat Cetak Sejarah Baru dalam Politik Amerika
Pada periode 2023 hingga 2025, El-Sayed kembali mengemban jabatan pemerintahan sebagai direktur Departemen Kesehatan, Layanan Kemanusiaan, dan Veteran di Wayne County, wilayah yang mencakup Kota Detroit.
Kebangkitan Politik dan Pencalonan Senat
El-Sayed kembali mengikuti kontestasi politik pada 2026. Pada Agustus tahun tersebut, dia memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk memperebutkan kursi Senat Michigan setelah mengalahkan anggota DPR AS Haley Stevens.
Sejumlah tokoh progresif memberikan dukungan terhadap pencalonannya. Mereka di antaranya Senator Bernie Sanders, anggota DPR Alexandria Ocasio-Cortez, serta anggota DPR AS dari Michigan, Rashida Tlaib.
Dalam kampanyenya, El-Sayed menawarkan sejumlah program, termasuk memperluas akses kesehatan melalui skema "Medicare for All", menekan biaya perumahan, membatasi pengaruh donor kaya dalam politik, serta meningkatkan kesempatan ekonomi bagi keluarga pekerja.
Di bidang hubungan luar negeri, El-Sayed secara terbuka mengkritik dukungan militer Amerika Serikat kepada Israel. Dia menyebut operasi militer Israel di Gaza sebagai genosida dan meminta pemerintah AS menghentikan bantuan militer tanpa syarat kepada Israel. Sikap tersebut menjadi salah satu isu yang paling banyak diperdebatkan selama kampanyenya.
Sementara itu, Stevens mengambil sikap berbeda setelah kalah dalam pemilihan pendahuluan. Dua hari sebelum pemilihan umum, dia justru menyatakan dukungan kepada Rogers.
Stevens menyampaikan kekhawatirannya terhadap retorika kampanye dan afiliasi politik El-Sayed. Keputusan tersebut menuai kritik dari sejumlah anggota Partai Demokrat. Meski demikian, dukungan Stevens kepada kandidat Partai Republik tidak menghentikan langkah El-Sayed untuk memenangi pemilihan.
Keyakinan dan Identitas Politik
Latar belakang agama El-Sayed turut menjadi salah satu sorotan selama pemilihan Senat AS. Presiden Donald Trump bersama sejumlah tokoh Partai Republik berulang kali melontarkan kritik terhadap El-Sayed, baik mengenai keyakinan agamanya maupun pandangan politiknya.
El-Sayed menanggapi serangan tersebut dengan menyatakan bahwa Trump sengaja menjadikan nama dan agamanya sebagai sasaran untuk mengalihkan perhatian masyarakat. Menurutnya, langkah itu menutupi persoalan kenaikan biaya hidup dan tekanan ekonomi yang dihadapi warga Amerika Serikat.
Terpilihnya El-Sayed menjadi catatan bersejarah bagi Senat AS. Sebelumnya, sejumlah warga muslim Amerika telah lebih dahulu menduduki kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS.
Keith Ellison mencatat sejarah pada 2006 sebagai muslim pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS. Kemudian, pada 2018, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar menjadi perempuan muslim pertama yang berhasil memperoleh kursi di lembaga legislatif tersebut.
(Sumber: Antara)
Politikus Partai Demokrat, Abdul El-Sayed, meraih suara terbanyak saat pemilu sela Amerika Serikat 2026. (Antara)