Malaysia Pastikan Cadangan Pangan Cukup untuk Enam Bulan di Tengah Ancaman Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Nov 2026, 08:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Bendera Malaysia Bendera Malaysia (Pixabay)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi memastikan ketersediaan bahan pangan di negaranya masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama enam bulan ke depan. Kepastian tersebut disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi ancaman perang siber yang menyasar Malaysia.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Senin, 2 November 2026, Ahmad menyatakan masyarakat Malaysia belum perlu melakukan aksi pembelian berlebihan atau menimbun bahan makanan maupun perlengkapan darurat. Pasalnya, persediaan kebutuhan pokok nasional dinilai masih berada dalam kondisi aman.

"Kami tidak melihat perlunya tindakan seperti itu karena ketahanan pangan dan tingkat stok kami mencukupi," kata Ahmad setelah menghadiri Malaysia-China Cooperation Meeting on Investment Trade and Economic Empowerment, dikutip dari The Star, Rabu, 4 November 2026.

Ahmad Zahid juga menegaskan bahwa situasi Malaysia saat ini belum berada pada tingkat kedaruratan yang mengharuskan masyarakat menyimpan persediaan bahan pokok dalam jumlah besar.

"Kami tidak dalam keadaan darurat dan, Insya Allah, kita masih jauh dari situasi seperti itu," kata Ahmad Zahid.

Baca Juga: Juara MotoGP Malaysia 2026, Marc Marquez Catat Waktu Tercepat di Sepang

Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah negara Eropa hingga Jepang mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan darurat. Persediaan yang dianjurkan meliputi makanan, air minum, serta kebutuhan pokok lainnya untuk memenuhi kebutuhan selama tiga hari hingga satu pekan.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul berbagai potensi ancaman global, mulai dari konflik bersenjata, cuaca ekstrem, gangguan pasokan listrik, hingga serangan siber.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim pada Selasa, 3 November 2026 mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap enteng potensi ancaman tersebut. Menurutnya, Malaysia memiliki risiko menjadi sasaran serangan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Anwar menilai perkembangan sektor digital yang semakin pesat di Malaysia berpotensi menjadikan Kuala Lumpur sebagai salah satu target serangan, khususnya dalam menghadapi ancaman di ruang siber.