Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO), Fritz Alor Boy, menanggapi pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, yang menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki pilihan mundur atau dimundurkan pascaputusan Mahkamah Agung (MA). Fritz memperingatkan Jansen agar tak melontarkan ancaman terhadap Gibran.
Menurut dia, selama ini pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Gibran memilih diam.
Fritz mengatakan, pendukung Gibran memiliki hak untuk menyampaikan sikap apabila merasa tokoh yang mereka dukung terus ditekan.
"Saya ingatkan kepada Anda, hei Jansen Sitindaon. Jangan Anda ancam. Sekali lagi jangan coba-coba Anda ancam Wapres Gibran mundur atau dimundurkan," ujar Fritz, Senin, 2 November 2026.
Ia mengakui sejauh ini para pendukung Jokowi dan Gibran selama ini belum banyak bersuara. Tapi, Fritz memperingatkan agar kondisi itu tak dianggap sebagai bentuk kelemahan.
"Pendukung Pak Jokowi, pendukung Wapres Gibran lagi diam. Jangan Anda korek. Sekali lagi kalau Anda berani mengorek mengancam jangan salah kalau masyarakat ancam Anda juga," jelas dia.
Fritz memandang, pernyataan Jansen berpotensi memancing reaksi dari masyarakat yang mendukung pasangan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Baca Juga: MA Batalkan Suket Gibran, PKS Minta Bentuk Pansus Ijazahgate
Baca Juga: Bahlil Temui Prabowo di Istana, Bahas Sektor Energi dan Hilirisasi
Fritz pun mengingatkan besarnya dukungan elektoral yang diperoleh Prabowo-Gibran. Dirinya mengatakan sekitar 98 juta suara sebagai representasi masyarakat yang memilih pasangan tersebut.
Menurut Fritz, para pendukung Gibran dan Jokowi memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi jika merasa dukungan mereka tidak dihormati.
"Jangan salah kalau jutaan masyarakat yang memilih Prabowo Gibran yaitu 98 juta suara. Khususnya yang mendukung Gibran dan mendukung Pak Jokowi buka suara, lalu mendatangi Anda, ya," paparnya.
Ia kembali menegaskan bahwa masyarakat tak seharusnya mendapat tekanan atau gertakan terkait pilihan politik mereka.
"Jadi jangan Anda ancam, jangan Anda gertak. Masyarakat punya hak, masyarakat yang memilih, masyarakat punya hak. Jangan Anda ancam," kata dia.
Fritz mengatakan, pihaknya masih menganggap Gibran sebagai Wakil Presiden yang memperoleh mandat dari masyarakat untuk menjalankan tugas hingga akhir masa jabatan. Ia kembali memperingatkan Jansen agar tak meremehkan para pendukung Gibran.
"Sekali lagi, jangan Anda gertak pendukung Bapak Gibran. Jangan Anda sombong lalu mengatakan mundur atau dimundurkan," kata dia.
Fritz pun menegaskan sikap PAJO terhadap posisi Gibran dalam pemerintahan Prabowo. "Bagi kami, Mas Gibran adalah wapres kami sampai 2029. Karena itu, sekali lagi, jangan Anda coba-coba melawan," tandasnya.
Wapres Gibran Rakabuming Raka menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta Barat, Jumat, 30 Oktober 2026. (Antara)