Mendukbangga Sebut KB Pascapersalinan Investasi Keluarga Berkualitas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 11:25
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN (mengenakan baju putih) meninjau pelayanan KB di Baduy, Lebak, Banten. Mendukbangga/Kepala BKKBN (mengenakan baju putih) meninjau pelayanan KB di Baduy, Lebak, Banten. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan pentingnya penerapan program keluarga berencana (KB) pascapersalinan sebagai salah satu strategi kunci dalam mewujudkan investasi keluarga Indonesia yang berkualitas.

Wihaji memaparkan bahwa KB pascapersalinan merupakan bentuk pelayanan kontrasepsi yang diberikan kepada para ibu sesaat setelah melahirkan hingga rentang waktu 42 hari masa pascapersalinan, yang berfungsi untuk membantu mengatur jarak kelahiran anak secara ideal. Lebih dari sekadar alat pengendali angka kelahiran, program ini dirancang sebagai instrumen penting guna mendongkrak kualitas hidup keluarga melalui perencanaan yang matang dan terarah.

“Semangatnya itu memastikan kesehatan mental, kesehatan ekonomi dan kesehatan reproduksinya baik-baik saja,” ujar Wihaji melalui keterangan resmi yang dirilis di Jakarta pada hari Senin (26/10).

Ia merinci bahwa layanan KB pascapersalinan menyediakan beragam pilihan metode kontrasepsi yang fleksibel mulai dari suntik, implan, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), hingga metode operasi wanita (MOW) yang dapat dipilih dan disesuaikan dengan kondisi fisik serta kebutuhan medis masing-masing ibu.
 

“Setiap keluarga berhak memperoleh edukasi dan akses pelayanan kontrasepsi yang memadai. Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN mendorong perluasan akses KB pascapersalinan dengan memprioritaskan wilayah yang memiliki kebutuhan pelayanan tinggi, sekaligus mengajak suami berperan aktif dalam perencanaan keluarga agar keputusan penggunaan kontrasepsi menjadi tanggung jawab bersama,” paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dari hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2025, angka kelahiran total (Total Fertility Rate / TFR) di Indonesia tercatat berada di angka 2,13 anak per perempuan.

Kendati angka kelahiran secara nasional terpantau relatif terkendali, Wihaji tetap mengingatkan pentingnya memperhatikan dinamika kependudukan serta karakteristik kebutuhan masyarakat di setiap daerah ketika merancang dan mengimplementasikan program KB pascapersalinan.

Perencanaan yang matang ini dinilai sangat krusial dalam membangun keluarga yang berkualitas sebagai fondasi dasar pembangunan manusia, mengingat keluarga sebagai unit sosial terkecil memegang peranan sentral dalam menentukan mutu generasi penerus bangsa di masa depan.
 

“KB pascapersalinan adalah kunci awal untuk mengatur dan mengendalikan angka kelahiran, yang berarti titik awal untuk melaksanakan keluarga berencana,” tutur Wihaji.

Guna memastikan jangkauan layanan KB pascapersalinan semakin luas dan merata, Kemendukbangga/BKKBN secara aktif terus menggalang kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk Kementerian Kesehatan serta jajaran TNI dan Polri, guna memperkuat edukasi publik serta mengoptimalkan layanan kontrasepsi di tengah masyarakat.

Melalui penguatan KB pascapersalinan sebagai gerbang utama perencanaan keluarga, Kemendukbangga/BKKBN bertekad membangun fondasi kesejahteraan masyarakat sejak dini. Kehadiran keluarga yang sehat, terencana, dan berdaya saing diyakini menjadi modal utama yang sangat esensial bagi lahirnya generasi yang unggul demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close