Mahasiswa Bilang Mau jadi Presiden, Sahroni: Jangan Sampai Ijazah Palsu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Okt 2026, 16:57
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Rapat DPR dengan mahasiswa. Rapat DPR dengan mahasiswa. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengingatkan agar mahasiswa tak menggunakan ijazah palsu saat menjadi presiden. Ini disampaikan Sahroni, saat mendengar salah seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengaku bercita-cita menjadi presiden.

Kala itu, mahasiswa tersebut tengah rapat dengan Sahroni, membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, Senin, 26 Oktober 2026.

Mulanya, Sahroni memotivasi mahasiswa UI agar berani bermimpi besar dan terus mengasah kemampuan dalam kondisi apa pun. Dirinya mengingatkan, ijazah bukan satu-satunya penentu kesuksesan, namun dokumen pendidikan tersebut tak boleh palsu.

Sahroni pun bertanya kepada para mahasiswa mengenai cita-cita mereka. Salah satu mahasiswa lantas menjawab ingin menjadi presiden.

"Saya mau jadi presiden, pimpinan," ujar salah seorang mahasiswa di Gedung DPR, Jakarta.

Mendengar jawaban itu, Sahroni mengaku kagum. Ia lantas mendorong para mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan berpikir dan menjaga semangat belajar di mana pun berada.

"Tapi prinsip smart kita berpikir kapan pun dan di mana pun, kalian harus punya itu (cita-cita)," ucap Sahroni.

Menurut dia, kemampuan berpikir dan kecerdasan menjadi hal penting yang perlu dimiliki seseorang untuk mencapai cita-cita. Ia pun menegaskan bahwa ijazah bukan satu-satunya ukuran kemampuan seseorang.

Walau begitu, kata Sahroni penting untuk memiliki ijazah yang sah sebagai bukti telah menempuh pendidikan.

"Ijazah tidak jadi level utama, tapi ijazah perlu, jangan sampai ada ijazah palsu," tandasnya.

x|close