Ntvnews.id, Jakarta - Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran Kepolisian Resor (Polres) Puncak Jaya berhasil mengamankan seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang disinyalir kuat terlibat dalam jaringan peredaran gelap senjata api serta amunisi.
Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Komisaris Besar Polisi Yusuf Sutejo, saat dikonfirmasi dari Jayapura pada Jumat, menjelaskan bahwa penangkapan terhadap terduga pelaku berinisial KK (33) ini dilakukan pada Kamis, 22 Oktober 2026, bertempat di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah.
Sebelum proses penangkapan berhasil dieksekusi, aparat gabungan terlebih dahulu melakukan serangkaian kegiatan pemantauan serta penyelidikan mendalam secara intensif guna melacak kepastian titik persembunyian yang bersangkutan.
“KK masuk daftar pencarian orang (DPO) terkait dugaan tindak penganiayaan berat dan percobaan pemerkosaan terhadap korban berinisial ZHP, yang dilakukan tanggal 8 November 2024 di Jalan Kandep, Kampung Muliambut, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, serta terlibat jaringan senjata api dan amunisi,” ungkap Yusuf Sutejo.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa tim penyidik saat ini masih terus mengembangkan penyidikan untuk mendalami kemungkinan keterlibatan tersangka KK dalam sejumlah aksi kriminalitas lainnya. Salah satunya adalah dugaan kasus pencurian yang merujuk pada laporan Polres Puncak Jaya tertanggal 12 Agustus 2026, yang dilaporkan menimbulkan kerugian materiil hingga mencapai sekitar Rp100.000.000.
Selain itu, rekam jejak kriminal KK juga mencakup dugaan keterlibatan dalam kasus pembegalan terhadap seorang pengendara ojek yang disertai ancaman senjata tajam jenis parang di wilayah Kampung Wandegobak, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, pada kurun waktu tahun 2025 lalu.
Tidak hanya berhenti pada tindak pidana konvensional, penyidik kepolisian juga tengah menelusuri secara saksama informasi terkait dugaan keterkaitan tersangka dengan jaringan suplai senjata dan amunisi yang terhubung langsung dengan kelompok KKB Kodap III Ndugama di bawah pimpinan Egianus Kogoya.
“Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dan memerlukan pembuktian lebih lanjut yang disertai fakta dan alat bukti,” pungkas Yusuf.
(Sumber: Antara)
Tim gabungan dari Satgas ODC dan Polres Puncak Jaya menangkap anggota KKB. (Antara)