Sempat Dicari Presiden Prabowo, KDM: Fokus Atasi Karhutla yang Disarankan Mensesneg

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 14:16
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
KDM jelaskan soal ketidakhadiran dan dicari Prabowo di Rakornas TPAKD Arsip - Tangkapan layar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam siaran langsung di sosial medianya. KDM jelaskan soal ketidakhadiran dan dicari Prabowo di Rakornas TPAKD Arsip - Tangkapan layar Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam siaran langsung di sosial medianya. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memberikan konfirmasi resmi terkait ketidakhadirannya saat namanya disapa secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam perhelatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang berlangsung di JIExpo, Jakarta, pada Kamis (22/10).

Melalui akun media sosialnya yang dikonfirmasi di Bandung pada Jumat (23/10), Dedi menjelaskan bahwa ia terpaksa absen lantaran harus turun tangan langsung memimpin jalannya operasi pemadaman bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan.

Dedi menerangkan bahwa keputusan untuk tetap berada di garis depan lapangan merupakan bentuk prioritas mendesak, sesuai dengan saran yang diberikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Keputusan tersebut juga telah dilaporkan secara resmi kepada Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

“Saya sampaikan bahwa penanganan kebakaran Ciremai itu merupakan fokus prioritas yang disarankan oleh Pak Mensesneg. Saya juga sudah lapor ke Pak Seskab,” ujar Dedi.
 

Sebelumnya, di tengah momen pengarahan dalam acara Rakornas TPAKD di JIExpo Jakarta, Presiden Prabowo sempat melontarkan candaan sekaligus mencari keberadaan Gubernur Jawa Barat tersebut di hadapan ratusan kepala daerah yang hadir memenuhi ruangan.

“Ke mana KDM? Yang paling dekat enggak hadir malah. Pasti sibuk,” tutur Presiden Prabowo saat menyapa para peserta rapat.

Mengenai penanganan terkini di lokasi karhutla Gunung Ciremai, Dedi melaporkan bahwa titik-titik api yang melahap kawasan gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut saat ini telah berhasil diisolasi sehingga pergerakan api dapat dibatasi dan tidak meluas ke wilayah sekitarnya.

Guna mempercepat proses pemadaman secara menyeluruh mengingat kondisi medan lereng yang sangat terjal, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalin koordinasi lintas instansi dengan Wakil Menteri Pertahanan, Panglima TNI, hingga Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) untuk mengerahkan bantuan armada udara berupa helikopter pemadam.

“Hari ini heli akan segera turun dari Bogor, satu ke Kertajati, dua ke Pangkalan Sukani Majalengka. Dari situ Heli akan menggunakan water bombing melakukan penanganan kebakaran agar apinya padam dan tidak lagi menjalar ke berbagai tempat,” jelas Dedi.
 

Di samping pengerahan kekuatan udara, sebanyak 1.000 personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, serta relawan masyarakat telah diterjunkan ke lokasi untuk mengoptimalkan pembuatan sekat bakar serta memfungsikan kanal-kanal alami di lereng gunung.

“Hari ini ada 1.000 warga TNI, Polri, relawan yang kami kerahkan untuk memfungsikan kanal sebagai upaya melakukan penanganan kebakaran secara komprehensif. Ke depan kalau ada kebakaran lagi, kalau kanalnya sudah terbangun dengan baik, tapi kanal alamiahnya dioptimalkan, kebakaran tidak akan menjalar ke mana-mana,” imbuh Dedi.

Pada kesempatan yang sama, ia kembali menyerukan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar menghentikan segala bentuk aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan, serta mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kelestarian ekosistem lingkungan.

“Untuk itu, saya ucapkan terima kasih, mari kita bersama-sama menjaga dan merawat alam kita. Karena kita adalah bagian dari alam, alam tidak membutuhkan kita, tapi kita yang membutuhkan alam,” pungkas Dedi.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close