Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto resmi mencopot Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Sebagai langkah pergantian, Presiden telah mengajukan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri yang baru kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Sementara itu, Jenderal Polisi Listyo telah resmi dilantik sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) di Istana Negara, Kamis, 1 Oktober 2026.
Profil Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
Dilantik pada 27 Januari 2021 sebagai Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tercatat memimpin institusi Polri selama lebih dari 5,5 tahun, menjadikannya sebagai Kapolri dengan masa jabatan terlama di era reformasi.
Baca Juga: Copot Listyo Sigit, Prabowo Tunjuk Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Calon Kapolri
Jejak Karier: Dari Kewilayahan hingga Ajudan Presiden
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Ia merupakan perwira tinggi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991.
Karier kepolisiannya dibangun melalui berbagai penugasan strategis, baik di tingkat kewilayahan maupun di Markas Besar (Mabes) Polri. Karier kewilayahannya menonjol saat ia bertugas di Jawa Tengah. Tercatat, ia pernah menjabat sebagai Kapolres Pati pada 2009, Wakapolrestabes Semarang pada 2010, dan Kapolresta Surakarta pada 2011.
Kariernya terus menanjak saat ditarik ke Bareskrim Polri sebagai Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Umum pada 2012, sebelum akhirnya diangkat menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sulawesi Tenggara pada 2013.
Salah satu titik balik paling krusial dalam perjalanan karier Sigit terjadi pada 2014. Saat itu, ia dipercaya menjadi ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penugasan di lingkaran utama istana ini berlangsung selama dua tahun hingga 2016.
Moncer di Bareskrim hingga Puncak Tribrata 1
Usai menyelesaikan tugas sebagai ajudan Presiden, karier Jenderal Sigit melesat tajam. Pada 2016, ia mendapat promosi menjadi Kapolda Banten. Hanya berselang dua tahun, tepatnya pada 2018, ia ditarik kembali ke Mabes Polri untuk menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.
Kapasitasnya di bidang reserse kembali diuji saat ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri pada 6 Desember 2019. Selama menjabat sebagai Kabareskrim, Sigit memimpin penanganan sejumlah kasus besar yang menyedot perhatian publik.
Beberapa di antaranya adalah keberhasilan menangkap Djoko Tjandra, buronan kelas kakap kasus cessie Bank Bali yang telah lama pelesiran, serta penanganan kasus kebakaran hebat yang melanda Gedung Kejaksaan Agung RI.
Rentetan prestasi dan rekam jejak tersebut mengantarkannya pada pencalonan sebagai Kapolri. Pada Januari 2021, Presiden Joko Widodo mengajukan namanya sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR. Setelah memuluskan uji kelayakan di Komisi III, Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi dilantik pada 27 Januari 2021, menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis, dan memegang tongkat komando Tribrata 1 hingga Oktober 2026.
Riwayat Pendidikan
Di luar penugasan lapangan, Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memiliki riwayat pendidikan kepolisian dan kelembagaan yang mumpuni sebagai fondasi kepemimpinannya:
Akademi Kepolisian (Akpol), Lulus tahun 1991
Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Lulus tahun 1998
Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri, Lulus tahun 2006
S2 STIK-PTIK, Lulus tahun 2008
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Lulus tahun 2017
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan rilis akhir tahun 2025. (YouTube)