Ntvnews.id, Lebak - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Jembatan Gantung Merah Putih yang berada di Kabupaten Lebak, Banten.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari pembangunan jembatan gantung yang telah dilakukan Polri di berbagai wilayah Indonesia. Kapolri menyebut sebanyak 874 jembatan gantung telah selesai dibangun di 30 Polda.
"Kami telah merampungkan pembangunan jembatan gantung sebanyak 874 unit di 30 Polda," kata Kapolri Listyo Sigit saat peresmian Jembatan Gantung Merah Putih secara daring yang dipusatkan di Desa Bayah Barat, Kabupaten Lebak, Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Listyo Sigit, keberadaan 874 jembatan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat. Jembatan itu mendukung mobilitas anak sekolah, pekerja, petani, pelaku usaha, hingga aktivitas ekonomi masyarakat lainnya.
Baca Juga: Berkat Jembatan Gantung 240 Meter, Pelajar Aceh Tamiang Kini Bisa Berangkat Sekolah dengan Mudah
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam acara penutupan pendidikan latihan dasar nasional (Diklatsarnas) Komando Pusat Brigade Persatuan Islam (Persis) di Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Senin, 6 Juli 2026 (Antara)
Dari keseluruhan jembatan yang telah dibangun, wilayah Polda Banten menjadi daerah dengan jumlah terbanyak. Sebanyak 145 unit jembatan tersebar di 203 desa dengan total panjang mencapai 3 kilometer dan memberikan manfaat kepada sekitar 500 ribu jiwa.
Selain pembangunan infrastruktur, kepolisian turut menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan tersebut berupa 1.500 paket sembako dan 1.000 tas sekolah untuk siswa jenjang SD dan SMP. Polri juga menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 1.500 warga di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
"Kami berharap pembangunan jembatan gantung, penyaluran bahan pokok, dan pemeriksaan CKG, dapat membantu mensejahterakan masyarakat," kata Kapolro.
Tokoh masyarakat Banten Selatan Ahmad Sarip menyebut pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari di Kecamatan Bayah telah lama dinantikan warga. Menurutnya, jembatan tersebut berperan dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mengurangi biaya transportasi masyarakat.
Baca Juga: Jembatan Gantung Garuda Buka Jalan 1.500 Keluarga di Klaten, Bantu Petani hingga Anak Sekolah
Kehadiran jembatan itu juga mempermudah petani membawa hasil pertanian menuju pusat pemerintahan kecamatan. Produk seperti umbi-umbian, pisang, dan berbagai buah-buahan dapat diangkut menggunakan sepeda motor.
Selain membantu kegiatan ekonomi, jembatan tersebut memberikan akses yang lebih aman bagi anak-anak untuk bersekolah dan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Warga kini tidak perlu lagi menggunakan penyeberangan dengan tali eretan.
"Saya kira manfaat jembatan gantung itu cukup besar untuk menunjang kesejahteraan masyarakat," kata Ahmad.
Sementara itu, Kepala Desa Bayah Barat, Lebak, Usup Suhendar mengapresiasi pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih yang dilakukan pemerintah bersama TNI dan Polri.
Jembatan tersebut memiliki panjang 53 meter dan lebar 1,5 meter. Infrastruktur itu diperkirakan digunakan sekitar 8.000 orang untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
"Kami tentu akan menjaga dan merawat jembatan gantung itu agar berlangsung lama kekuatannya," kata Usup.
(Sumber: Antara)
Jembatan gantung merah putih presisi di Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak diresmikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Antara)