Bantah Ada Surpres Penggantian Kapolri, Komisi III DPR Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Hoaks

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Agu 2026, 20:13
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tangkapan layar Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman berbicara dalam rapat dengar pendapat umum terkait kasus Koperasi Bahana Lintas Nusantara di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/3/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya. Tangkapan layar Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman berbicara dalam rapat dengar pendapat umum terkait kasus Koperasi Bahana Lintas Nusantara di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/3/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Komisi III DPR RI membantah isu adanya Surat Presiden (Surpres) Prabowo Subianto soal pergantian Kapolri yang dikirimkan ke DPR. Menurut Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, informasi tersebut tidaklah benar.

"Tidak benar ada surat presiden soal penggantian Kapolri," ujar Habiburokhman kepada wartawan, Selasa, 4 Agustus 2026.

"Kami mengimbau baiknya masyarakat jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar dan tidak ada dasarnya," sambung dia.

Habiburokhman menilai, kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama ini bagus. Karena itu ia meyakini Prabowo akan mempertahankan Sigit.

Senada, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni juga menegaskan tak ada surpres tersebut.

"Belum, nggak ada masalahnya. Kalau isu dikirim kan kita udah tahu. Kalau kalian tanya pasti gua jawab. Masalahnya belum ada," ujar Sahroni.

Ia pun menilai kinerja Sigit sebagai Kapolri sangat baik. Walau begitu, menurutnya wajar apabila muncul isu pergantian Kapolri.

"Kinerja Kapolri bagus kok. Cuma kan isu terkait dengan bagaimana Kapolri diganti kan hembusannya kencang, wajar kan beliau udah 5 tahun, gitu," kata dia.

Sahroni memandang, Sigit mengemban jabatan sebagai Kapolri secara profesional di berbagai tugas kepolisian. Kekurangan kinerja Kapolri, dinilai Sahroni masih dalam tahap kewajaran.

"Tapi kan ini kan aspek profesionalisme yang dilakukan oleh Pak Sigit. Dia kan bekerja luar biasa loh. Pengamanan, walaupun ada kurangnya wajarlah. Namanya pemimpin kalau nggak ada kurangnya itu namanya Tuhan, gitu," kata Sahroni.

"Tapi ini kan ada kurangnya wajar, tapi dengan pekerjaan dia luar biasa mencakup 280 juta orang, nggak gampang. Tapi kan ada oknum-oknum yang ya, yang mengatasnamakan institusi, itu biasa. Tapi saya yakin Presiden mempertahankan Pak Sigit karena kinerjanya cukup baik," lanjut dia.

HIGHLIGHT

x|close