Ntvnews.id, Jakarta -Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengimbau para pelaku usaha dan pemilik perusahaan untuk tidak ragu melaporkan praktik premanisme serta pungutan liar (pungli) yang mengganggu iklim investasi dan aktivitas industri di tanah air.
Teguran tegas tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri acara Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9).
"Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan dilaporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia," tegas Sigit.
Mantan Bareskrim Polri itu menekankan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim usaha yang sehat. Menurutnya, lingkungan yang kondusif tidak hanya memberi rasa aman bagi buruh dan menjamin kelancaran operasional pabrik, tetapi juga memupuk kepercayaan para penanam modal.
Langkah ini dinilai krusial mengingat Indonesia memiliki daya tarik investasi yang besar, berbekal melimpahnya sumber daya alam, luasnya pasar domestik, serta percepatan program hilirisasi. Potensi ekonomi ini terbukti dari realisasi investasi nasional yang menembus angka Rp1.010,6 triliun sepanjang semester I tahun 2026.
Merespons capaian positif tersebut, Kapolri menjamin jajarannya akan berdiri di garis depan untuk memberikan jaminan keamanan serta kepastian hukum bagi seluruh pelaku industri.
"Polri ingin meyakinkan para pengusaha dan investor bahwa Indonesia merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk berinvestasi. Polri akan terus memberikan jaminan keamanan agar kegiatan investasi dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan," ujarnya.
Kendati demikian, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu mengingatkan bahwa iklim investasi yang sehat memerlukan kerja sama dua arah. Pengusaha diimbau untuk senantiasa mematuhi regulasi, memenuhi hak-hak buruh, serta menjalin hubungan industrial yang harmonis.
Mengingat pekerja dan pengusaha merupakan mitra yang saling membutuhkan, Kapolri mendorong agar setiap perselisihan ketenagakerjaan senantiasa diselesaikan melalui jalan dialog dan musyawarah mufakat.
(Sumber: Antara)
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berbicata dalam acara Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (11/9/2026). (Antara)