Ntvnews.id, Beijing - Kiprah akademik internasional Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., kembali mendapat panggung di tingkat global. Taruna Ikrar menjadi Visiting Professor di Tsinghua University, Beijing, China, salah satu universitas paling bergengsi di dunia yang saat ini menempati peringkat pertama universitas terbaik di Asia versi Times Higher Education (THE) Asia University Rankings 2026.
Tsinghua University menduduki posisi #1 Asia pada 2026, mempertahankan peringkat teratas untuk tahun kedelapan berturut-turut. Dalam pemeringkatan dunia, Tsinghua juga berada di peringkat ke-12 World University Rankings 2026 versi Times Higher Education.
Kehadiran Taruna Ikrar sebagai Visiting Professor menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik dan kolaborasi internasional Indonesia, khususnya dalam bidang biomedis, neurosains, artificial intelligence (AI), precision medicine, teknologi kedokteran baru, pengembangan obat, serta regulasi kesehatan masa depan.
Dalam rangkaian kegiatan akademiknya di Tsinghua University, Taruna membawa perspektif mengenai pesatnya perkembangan AI dan teknologi kedokteran yang mulai mengubah paradigma pelayanan kesehatan. Integrasi AI dengan precision medicine, diagnostik, pengembangan obat, terapi berbasis sel dan gen, serta pemanfaatan data kesehatan dinilai akan menjadi bagian penting dari transformasi dunia kedokteran.
“Kemajuan teknologi kedokteran dan artificial intelligence harus berjalan beriringan dengan kekuatan ilmu pengetahuan, etika, dan sistem regulasi. Inovasi harus terus kita dorong, tetapi keselamatan masyarakat tetap menjadi fondasi utama,” ujar Taruna Ikrar.
Menurut Taruna, keterlibatan akademisi dan regulator Indonesia dalam forum-forum universitas kelas dunia juga penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ilmu pengetahuan global. Indonesia, menurutnya, tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu mengambil bagian dalam penelitian, pengembangan inovasi, serta penyusunan standar dan regulasi masa depan.
Tsinghua University sendiri merupakan salah satu pusat pendidikan dan penelitian terkemuka di China. Berdasarkan THE Asia University Rankings 2026, Tsinghua berada di posisi pertama Asia, disusul Peking University dan National University of Singapore. Pemeringkatan THE Asia menggunakan indikator yang mencakup antara lain aspek pengajaran, lingkungan dan kualitas penelitian, hubungan dengan industri, serta perspektif internasional.
Posisi Taruna sebagai Visiting Professor sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi diplomasi ilmu pengetahuan Indonesia–China, termasuk peluang kolaborasi penelitian, pertukaran pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, hingga kerja sama dalam teknologi kesehatan dan penguatan sistem regulasi obat dan makanan.
“Indonesia memiliki sumber daya manusia dan potensi riset yang besar. Kita ingin membangun jembatan agar peneliti, akademisi, regulator, dan generasi muda Indonesia semakin terkoneksi dengan pusat-pusat ilmu pengetahuan terbaik dunia. Dari sinilah transfer pengetahuan dan inovasi dapat berkembang menjadi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Taruna.
Kiprah tersebut juga sejalan dengan agenda BPOM untuk memperkuat kapasitas regulator menghadapi perubahan lanskap industri farmasi dan kesehatan global. Perkembangan AI, precision medicine, advanced therapy medicinal products, hingga teknologi berbasis sel dan gen menuntut regulator memiliki kapasitas ilmiah yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.
Bagi Taruna, kehadiran Indonesia di Tsinghua bukan semata pencapaian individual, melainkan kesempatan membawa nama Indonesia semakin aktif dalam percakapan global mengenai masa depan kedokteran, biomedis, teknologi, dan regulasi.
“Ilmu pengetahuan tidak mengenal batas negara. Yang terpenting adalah bagaimana ilmu, teknologi, dan inovasi yang kita bangun bersama akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Indonesia harus hadir, berkontribusi, dan menjadi bagian dari masa depan tersebut,” tutup Taruna Ikrar.
Baca Juga: Taruna Ikrar Bicara dari Neuroscience Leadership hingga Rendang Mendunia di Unand
Kiprah Global Taruna Ikrar, Jadi Visiting Professor di Tsinghua University China (DOk)