Raja Juli Tegaskan PSI Siap Hadapi Berapa Pun Ambang Batas Parlemen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Sep 2026, 09:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menegaskan partainya siap mengikuti berapa pun besaran parliamentary threshold atau ambang batas parlemen yang nantinya ditetapkan oleh DPR.

Raja Juli menyebut PSI saat ini belum memiliki kursi di parlemen. Karena itu, keputusan mengenai besaran ambang batas tersebut menjadi kewenangan DPR.

"Ya kami pada dasarnya kita tidak ada di parlemen, tidak ada di DPR ya. Apa pun yang diputuskan oleh parlemen, PSI insyaallah siap ya," kata Raja Juli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta,  Kamis, 24 September 2026 malam.

Selain soal ambang batas parlemen, Raja Juli memastikan PSI akan mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Ia menyinggung pengalaman PSI dalam mengikuti dua kali pemilu serta kepemimpinan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI.

"Apalagi insyaallah dengan pengalaman dua kali pemilu, sekarang ada Mas Kaesang sebagai Ketua Umum, dan kemudian Pak Jokowi insyaallah juga full meng-endorse PSI, insyaallah kami tidak ada masalah," ujarnya.

Baca Juga: Prabowo Tekankan Komitmen Pendidikan Gratis dari TK hingga Kampus Negeri

Raja Juli mengatakan pembahasan mengenai parliamentary threshold tidak hanya berkaitan dengan besaran angka. Menurut dia, hal yang juga perlu diperhatikan adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai formulasi ambang batas agar suara pemilih tetap memiliki keterwakilan di DPR.

"Yang jadi persoalan adalah keputusan MK ya, yang terang-terang mengatakan bahwa perlu ada formulasi yang lebih tepat agar suara rakyat itu tidak mubazir, suara rakyat tidak sia-sia," katanya.

Ia kemudian menyinggung penerapan ambang batas parlemen sebesar 4 persen pada Pemilu 2024. Raja Juli menyebut terdapat sekitar 16 juta suara yang tidak memperoleh representasi di DPR akibat ketentuan tersebut.

Ia pun mempertanyakan potensi jumlah suara yang tidak terwakili apabila ambang batas parlemen dinaikkan menjadi 5 persen.

"Kan sudah ada tuh angkanya ya, sekitar 16 juta suara yang kemudian tidak ada representasinya di DPR dengan threshold empat persen. Kalau lima persen kira-kira berapa?" ujarnya.

Menurut Raja Juli, formulasi ambang batas parlemen perlu memperhatikan aspek keadilan dan demokrasi. Meski demikian, PSI tetap menyatakan kesiapannya mengikuti keputusan yang nantinya ditetapkan oleh parlemen.

"Jadi saya kira formulasi yang berkeadilan dan demokratis saya kira itu menjadi penting. Tapi bagi PSI insyaallah ya, berapa pun kami siap fight di 2029," tutur Raja Juli.

x|close