KRI Sriwijaya-100, Simbol Harapan Kembalikan Kejayaan Maritim Nusantara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Sep 2026, 12:56
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Jajaran pejabat TNI berfoto di atas KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 24 September 2026 Jajaran pejabat TNI berfoto di atas KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis, 24 September 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkap alasan pemilihan nama Sriwijaya untuk kapal induk pertama TNI, KRI Sriwijaya-100.

Menurut Ali, nama tersebut dipilih karena Kerajaan Sriwijaya memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan maritim di Nusantara.

"Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu," kata Ali setelah acara peresmian nama KRI Sriwijaya-100 di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.

Ali menjelaskan bahwa pada masa kejayaannya, Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang memiliki pengaruh besar terhadap kekuatan laut di wilayah Nusantara.

Ia berharap nilai sejarah dan kejayaan tersebut dapat kembali diwujudkan melalui kehadiran KRI Sriwijaya-100 sebagai bagian dari kekuatan maritim Indonesia.

"Harapannya dengan penamaan itu, kita akan mengembalikan keemasan atau kejayaan kemaritiman Nusantara seperti yang lalu ya," kata Ali.

Baca Juga: Mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) Achmad Sutjipto Meninggal Dunia

Dalam upacara pemberian nama kapal Republik Indonesia (KRI) yang berlangsung pada Kamis, narator juga menjelaskan latar belakang penggunaan nama Sriwijaya untuk kapal tersebut.

Kerajaan Sriwijaya disebut sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya.

"Berpusat di sekitar wilayah Palembang dan berkembang sejak sekitar abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi, Sriwijaya tumbuh sebagai kekuatan politik, perdagangan, dan keagamaan yang memiliki pengaruh luas," jelas narator.

Letak Sriwijaya yang strategis turut mendukung kekuasaannya atas sejumlah jalur perdagangan penting, terutama di kawasan Selat Malaka. Pengaruh kerajaan tersebut kemudian meluas ke berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Semenanjung Malaya, Jawa, hingga kawasan Asia Tenggara lainnya.

Kejayaan tersebut membuat Sriwijaya menjadi salah satu simbol penting dalam sejarah kemaritiman Indonesia.

"Penguasaannya terhadap jalur perdagangan laut dan kemampuannya membangun jaringan hubungan antardaerah, menunjukkan peran besar Sriwijaya dalam membentuk konektivitas wilayah Kepulauan Nusantara pada masa lampau," jelas narator.

Baca Juga: KSAL Pastikan Kesiapan Tempur Marinir Lewat Sidak di Pasmar 1

Setelah Indonesia merdeka, sejarah Sriwijaya juga semakin sering digunakan dalam narasi pembentukan identitas nasional. Kerajaan tersebut menjadi salah satu landasan historis dalam menggambarkan Indonesia sebagai negara kepulauan dan memperkuat gagasan Wawasan Nusantara.

"Oleh karena itu, nama Sriwijaya tidak hanya mempresentasikan kejayaan sebuah kerajaan masa lampau, tetapi juga menjadi simbol kekuatan maritim, persatuan wilayah, dan orientasi Indonesia sebagai bangsa kepulauan," tutup narator.

(Sumber: Antara)

x|close