BMKG: Sejumlah Wilayah Jateng Mulai Masuk Fase Transisi Musim

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 13:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
April
Editor
Bagikan
Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Provinsi Jawa Tengah pada Dasarian III atau periode 21-30 September 2026. Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Provinsi Jawa Tengah pada Dasarian III atau periode 21-30 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Purwokerto - Sejumlah wilayah di Jawa Tengah mulai menunjukkan peralihan dari musim kemarau menuju fase transisi musim. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi kekeringan meteorologis di beberapa daerah mulai menurun pada Dasarian III September 2026.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto mengatakan perubahan tersebut terlihat dari turunnya status peringatan dini kekeringan di sejumlah daerah. Sebelumnya berstatus Awas pada Dasarian I dan II September, beberapa wilayah kini masuk kategori Waspada pada periode 21-30 September 2026.

"Benar, beberapa wilayah sudah melewati puncak musim kemarau. Saat ini meluruh menuju transisi musim," katanya.

Menurut Goeroeh, pembaruan status kekeringan meteorologis dilakukan BMKG berdasarkan perkembangan kondisi iklim pada setiap dasarian. Hingga Dasarian III September, wilayah Jawa Tengah masih berada dalam tiga tingkat peringatan, yakni Awas, Siaga, dan Waspada.

Baca JugaBMKG Catat Hari Tanpa Hujan di Bantul Capai 131 Hari

Kategori Awas mencakup Kota Tegal serta Kabupaten Brebes, Cilacap, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Kebumen, Purworejo, Magelang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Sragen, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, dan Wonogiri.

Sementara itu, status Siaga diberlakukan di Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kabupaten Semarang.

Adapun daerah yang masuk kategori Waspada terdiri atas Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kota Semarang, Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, dan Grobogan.

Penurunan status di beberapa daerah menjadi indikasi bahwa kondisi kekeringan mulai berkurang. Meski demikian, potensi dampak kekeringan masih perlu diperhatikan, terutama di wilayah yang belum mengalami penurunan status.

Baca JugaBMKG: El Nino Kuat Pengaruhi Mundurnya Musim Hujan 2026/2027

Pada Dasarian II September atau periode 11-20 September 2026, sebagian besar wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Banyumas, masih tercatat dalam kategori Awas.

Perubahan yang terjadi pada Dasarian III menunjukkan adanya perkembangan kondisi cuaca dari puncak musim kemarau menuju masa peralihan sebelum memasuki musim hujan.

Goeroeh mengingatkan bahwa perubahan status peringatan dini tersebut tidak serta-merta menandakan seluruh wilayah Jawa Tengah telah terbebas dari dampak kekeringan. Pemerintah daerah dan masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah yang masih berstatus Awas dan Siaga.

“Informasi peringatan dini tersebut dapat menjadi bahan kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak kekeringan,” katanya.

(Sumber: Antara)

x|close