Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyebut animo masyarakat terhadap LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai cukup tinggi setelah diberlakukan tarif khusus Rp8 selama delapan hari.
"Soal LRT ya. LRT memang saya mendengar dengan Rp8 ini animo banyak, ya mungkin banyak faktor ya. Ada yang mau jalan-jalan, ada yang mau coba, segala macam," kata Rano di Jakarta Pusat, Selasa, 22 September 2026.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat mencoba LRT menjadi momentum bagi Pemprov DKI untuk mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Rano menjelaskan, pemberlakuan tarif murah tersebut menjadi salah satu cara untuk menarik masyarakat agar mau mencoba menggunakan transportasi publik.
Baca Juga: Rano Karno Soal Pramono Minta Danantara Bantu Lanjutkan Pembangunan LRT Jakarta
"Cuma itu sebetulnya kan pemicu Pak Gubernur ini memancing orang ke transportasi umum. Agar sudah deh, kendaraan pribadi sudah apa, artinya bukan kita larang, tapi jauh lebih nyaman segala macam kalau kita pakai transportasi umum," imbuhnya.
Prabowo dan Pramono jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai (Ist)
Sebelumnya, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu, 16 September 2026.
Untuk menarik minat masyarakat sekaligus memperkenalkan layanan baru tersebut, Pemprov DKI memberikan tarif khusus selama masa awal pengoperasian.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat itu mengatakan masyarakat dapat menikmati layanan LRT Jakarta dengan tarif Rp8 selama delapan hari sejak peresmian.
Ia menyebut pengoperasian LRT Kelapa Gading-Manggarai menjadi salah satu tonggak penting dalam pengembangan sistem transportasi publik di Jakarta.
Pemberlakuan tarif khusus itu dilakukan sebagai bagian dari sosialisasi agar masyarakat semakin mengenal LRT dan menjadikannya sebagai salah satu pilihan untuk bepergian di Jakarta.
"Kita ketahui bersama bahwa tadi ketika saya dengan Bapak Presiden dan atas arahan beliau, kami akan menggratiskan selama 8 hari mulai hari ini, dan hanya dikenakan Rp 8 selama 8 hari," imbuhnya.
Setelah periode tersebut berakhir, tarif LRT Jakarta untuk sementara tetap menggunakan tarif flat Rp5.000. Pemprov DKI selanjutnya akan mengevaluasi dan menetapkan skema tarif baru pada Oktober 2026.
Rano Karno (Ntvnews.id/Pemprov DKI)