Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah akan mengoptimalkan potensi hujan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di sejumlah wilayah Kalimantan yang paling terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menurunkan hujan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
“Jadi ini kalau sudah ada nanti potensi (hujan) ini tentu kami juga akan memanfaatkan ini mengoptimalkan jatuhnya hujan melalui OMC. Mudah-mudahan nanti ada rekomendasi dari BMKG untuk melakukan operasi udara yang lebih intens lagi,” kata Berton dalam konferensi pers, Selasa (1/9).
Berdasarkan Analisis Curah Hujan Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio Kalimantan Barat, pada 1 hingga 10 September mendatang, secara umum Kalimantan Barat akan mengalami hujan dengan intensitas rendah. BMKG juga menyatakan bahwa hujan di sebagian wilayah Kalimantan diperkirakan bersifat sporadis (tidak merata) dan berdurasi singkat.
Baca juga: Titik Panas Jambi Masih Tinggi, Menhut Pastikan OMC Digelar untuk Cegah Karhutla
“BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sporadis di sebagian wilayah Kalimantan Barat akan ada pada tanggal-tanggal 1 sampai 7 September ini,” ucapnya.
Selain itu, BMKG memperkirakan adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada periode 4 hingga 7 September di beberapa wilayah termasuk Kalimantan Tengah dan Riau yang terdampak karhutla.
Bertalian dengan itu, penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera termasuk melalui pelaksanaan OMC yang memanfaatkan awan-awan hujan menunjukkan perkembangan baik.
Walaupun titik-titik api masih ditemukan di Riau dan jarak pandang umumnya masih terbatas pada jarak 9 km, Berton mengatakan kualitas udara khususnya di Kota Pekanbaru semakin membaik.
“Kami bisa menyampaikan juga bahwa hari Minggu yang lalu, _Car Free Day_ dilaksanakan di sana (Pekanbaru). Ini menandakan bahwa kualitas udara di Riau khususnya di kota Pekanbaru sudah membaik dan kita berharap dan berdoa senantiasa kualitas ini tetap terjaga dengan baik,” kata Berton.
Baca juga: BNPB Salurkan 1.954 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Berton melanjutkan kualitas udara di Jambi umumnya baik. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
Lalu terpantau hujan ringan hingga sedang di wilayah sasaran OMC yakni di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Bungo. Sementara kualitas udara di Sumatera Selatan umumnya sedang dengan KBM dan aktivitas masyarakat berjalan normal, tapi warga tetap dianjurkan menggunakan masker.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyampaikan pembaruan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026). BNPB mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta mengerahkan Satgas Darat dan Udara untuk memadamkan titik api di sejumlah wilayah Kalimantan Barat yang menghadapi kendala kualitas udara hingga visibilitas rendah.