Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai penyampaian informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah memiliki peran yang setara dengan pelaksanaan kebijakan tersebut.
Menurut Qodari, komunikasi yang dilakukan secara tepat dapat memperkuat dukungan masyarakat sehingga pelaksanaan program pemerintah dapat memberikan hasil yang lebih optimal.
"Komunikasi program itu sama pentingnya dengan program itu sendiri. Jadi, komunikasi program itu harus dijalankan supaya dukungan kepada program-program semakin baik dan hasilnya semakin optimal," kata Qodari dalam "Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas)" di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Qodari menjelaskan, Bakom RI bertanggung jawab mengoordinasikan komunikasi pemerintah. Karena itu, koordinasi tersebut membutuhkan keterlibatan jaringan kehumasan yang ada di kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
Baca Juga: Kementerian Ekraf dan Bakom RI Perkuat Komunikasi Jelang Pesta Rakyat HUT ke-81 RI
Ia menilai jumlah jaringan kehumasan pemerintah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia menjadi modal besar untuk memperkuat komunikasi apabila dikelola dan dikoordinasikan dengan baik.
"Komunitas kehumasan ini seluruh perangkatnya kalau ditotal secara nasional sebetulnya cukup besar, yaitu sekitar 8.000 lebih item dan itu akan kita koordinasikan dengan lebih optimal," ujarnya.
Qodari juga menyoroti perubahan pola penyebaran informasi yang semakin cepat, terutama dengan meningkatnya penggunaan media sosial. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyampaikan informasi secara terjadwal dan tidak hanya mengandalkan momentum tertentu.
Menurut dia, pemerintah perlu memiliki agenda komunikasi yang berjalan secara rutin. Langkah tersebut diperlukan agar ruang informasi publik tetap dipenuhi informasi mengenai kebijakan, kegiatan, dan program pemerintah.
Baca Juga: Kepala Bakom: Indonesia Dipercaya Jadi Tuan Rumah Event Dunia karena Aman
"Di era sekarang ini dengan begitu derasnya informasi dengan adanya media sosial memang pemerintah tidak bisa menunggu harus punya jadwal rutin harus punya agenda komunikasi yang membuat ruang-ruang informasi itu terus terisi," kata Qodari.
Ia menambahkan, materi komunikasi pemerintah juga perlu memperlihatkan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat dari setiap program yang dijalankan.
Dengan pendekatan tersebut, masyarakat dapat melihat program pemerintah melalui dampak yang dirasakan secara langsung. Program pun dapat memiliki gambaran nyata mengenai pihak-pihak yang menerima manfaatnya.
"Ini membuat program-program tidak hanya menjadi program tetapi program itu punya wajah. Wajah siapa? Wajah dari warga Indonesia, wajah dari bangsa Indonesia, wajah dari anak-anak kita dari mereka-mereka yang merasakan manfaat dari program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah," ujar Qodari.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari (kedua dari kiri) saat menghadiri (Antara)