BPBD Catat Luas Karhutla Kalbar Capai 38.310 Hektare hingga Agustus 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 16:42
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Infografis luasan lahan terbakar dampak karhutla di sejumlah daerah di Kalbar. Infografis luasan lahan terbakar dampak karhutla di sejumlah daerah di Kalbar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mencatat akumulasi luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya telah mencapai 38.310,86 hektare sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026.

"Untuk wilayah karhutla yang terbakar sampai hari ini dari Januari itu sudah mencapai 38.310,86 hektare," kata Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kalbar Daniel, di Pontianak, Jumat, 21 Agustus 2026

Daniel memaparkan bahwa eskalasi kebakaran di sejumlah kabupaten berkontribusi besar terhadap pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Kalbar. Tingginya angka kebakaran di kawasan tersebut dipicu oleh dominasi struktur tanah yang berupa lahan gambut.

“Sebenarnya ada beberapa kabupaten yang kebakarannya cukup parah dan sangat signifikan dalam menyumbangkan asap, antara lain Kabupaten Ketapang seluas 12.443 hektare, Kubu Raya seluas 8.614 hektare, Mempawah seluas 6.144 hektare, kemudian ada beberapa di Sambas seluas 2.318 hektare. Karena daerah-daerah tersebut umumnya lahan gambut," ujarnya.

Merespons memburuknya situasi, Pemerintah Provinsi Kalbar bergerak cepat menetapkan status siaga darurat bencana asap. Penetapan ini menyusul langkah serupa yang sebelumnya telah diambil oleh sedikitnya sembilan kabupaten dan kota di wilayah setempat.

“Setidak-tidaknya di Kalimantan Barat ini ada sembilan kabupaten yang sudah menetapkan status siaga,” kata Daniel.

Rangkaian penanganan terpadu terus digelar untuk menekan laju kebakaran. Pemprov Kalbar sebelumnya memimpin apel kesiapsiagaan guna menguji kesiapan ribuan personel serta kelengkapan sarana pendukung. Di lapangan, patroli darat digiatkan secara lintas sektor dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Brigade Karhutla UPT KPH, Manggala Agni, perusahaan swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga instansi terkait.

Tak hanya mengandalkan jalur darat, penanganan Karhutla di Kalbar turut disokong operasi udara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dukungan ini mencakup pengerahan helikopter patroli guna menyisir titik panas (hotspot) yang sulit dijangkau lewat darat, helikopter water bombing, hingga pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Daniel menerangkan bahwa teknologi modifikasi cuaca sudah diupayakan sejak April 2026, meski penerapannya sangat bergantung pada analisis dinamika atmosfer dari BMKG.

“Operasi modifikasi cuaca itu tidak bisa dilakukan sembarangan. Itu berdasarkan perkiraan dari BMKG apakah ada potensi awan yang bisa ditaburi garam berpotensi hujan. Kalau tidak, tidak bisa juga,” jelasnya.

Dengan cakupan area terbakar yang meluas hingga lebih dari 38 ribu hektare, BPBD Kalbar bersama tim gabungan terus memaksimalkan pemadaman darat dan udara guna mencegah bencana asap berdampak lebih luas.

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close