Pemimpin Tertinggi Iran Tunjuk 6 Komandan Militer Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 13:09
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Orang-orang menghadiri pertemuan untuk bersumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran Orang-orang menghadiri pertemuan untuk bersumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran (Antara)


Ntvnews.id, Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menetapkan enam pejabat baru untuk menduduki posisi strategis di jajaran angkatan bersenjata negara tersebut. Penunjukan itu diumumkan melalui sejumlah dekret yang dipublikasikan di situs resmi Mojtaba pada Senin, 10 Agustus 2026.

Dalam sejumlah keputusan terpisah, Mojtaba menunjuk Ali Abdollahi sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran. Posisi Komandan Utama Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) dipercayakan kepada Ahmad Vahidi.

Sementara itu, Ali Azmaei ditunjuk sebagai Komandan Angkatan Laut IRGC dan Hossein Taeb menjadi Komandan Pasukan Sukarelawan Basij IRGC.

Dua jabatan lainnya juga mengalami pergantian. Mojtaba menunjuk Kioumars Heydari sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran dan Mostafa Izadi sebagai Wakil Komandan IRGC.

Penataan kembali jajaran militer Iran tersebut berlangsung setelah serangkaian konflik bersenjata yang terjadi di kawasan.

Baca Juga: Sinyal Trump: AS Bakal Manfaatkan Krisis Ekonomi untuk Tekan Iran

Pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan gabungan ke Teheran serta sejumlah kota lain di Iran. Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, sejumlah komandan senior militer, dan warga sipil.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal dan drone yang diarahkan ke pangkalan serta aset milik Israel dan AS di kawasan tersebut.

Pertempuran kemudian berakhir dengan tercapainya gencatan senjata pada 8 April. Selanjutnya, Iran dan AS pada Juni menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding) mengenai penghentian perang di seluruh front, termasuk Lebanon.

Baca Juga: Menlu Iran Tuntut AS Hentikan Pelanggaran Jika Ingin Berunding

Kedua negara dijadwalkan melakukan perundingan dalam waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan akhir. Namun, meningkatnya kembali ketegangan di kawasan membuat kelanjutan proses negosiasi tersebut belum dapat dipastikan.

Mojtaba Khamenei, yang merupakan putra Ali Khamenei dan terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru pada Maret, hingga kini belum tampil di hadapan publik sejak pengangkatannya.

Meski demikian, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Senin mengatakan bahwa kondisi Mojtaba dalam keadaan sehat.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close