Eks Anggota DPR Thailand Tembak Mati Pejabat karena Utang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Agu 2026, 08:37
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Insiden penembakan di sebuah festival. Ilustrasi - Insiden penembakan di sebuah festival. (Antara)

Ntvnews.id, Bangkok - Seorang mantan anggota parlemen Thailand menembak seorang pejabat pemerintah daerah hingga tewas pada Senin, 10 Agustus 2026 Insiden tersebut terjadi pada siang hari dan diduga dipicu persoalan utang.

Peristiwa penembakan berlangsung di depan sebuah gedung pemerintahan di Provinsi Nonthaburi, yang berada di sebelah utara Bangkok. Kejadian itu berlangsung hanya beberapa hari setelah insiden penembakan di sebuah sekolah di provinsi yang sama.

Pelaku diketahui bernama Chalong Riewran, mantan anggota parlemen Thailand. Setelah ditangkap dan dikawal sejumlah petugas kepolisian, Chalong mengungkapkan bahwa dirinya sempat berupaya menemui korban, Thongchai Yenprasert, untuk membicarakan persoalan keuangan.

"Saya mengikutinya sampai ke mobilnya dan mengetuk kaca mobil, mengatakan bahwa saya ingin berbicara. Dia bilang tidak mau berbicara, jadi saya mengeluarkan senjata," aku Chalong seperti dikutip dari AFP, Selasa, 11 Agustus 2026.

"Saya tidak bermaksud menembaknya, tetapi sopirnya mengeluarkan senjata dan mengarahkannya kepada saya, jadi saya menembak."

Thongchai, yang menjabat sebagai ketua pemerintahan daerah Nonthaburi, kemudian meninggal dunia setelah mengalami luka tembak.

Baca Juga: Remaja Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Disebut Sering Tonton Konten Kekerasan

Pejabat tersebut terkena peluru di bagian leher dan kehilangan banyak darah. Direktur rumah sakit setempat menyampaikan bahwa luka tersebut menjadi penyebab kondisinya memburuk.

Sementara itu, sopir Thongchai juga terkena tembakan dan mengalami luka pada lengan kanan. Namun, ia berhasil menjalani tindakan operasi dan dilaporkan dalam penanganan medis, kata Sakon.

Chalong mengklaim bahwa hanya dirinya yang melepaskan tembakan dalam kejadian tersebut. Namun, Komandan Kepolisian Wilayah setempat, Wattana Yeechin, menyatakan bahwa korban juga diketahui membawa senjata api.

Polisi menemukan sebuah senjata di dalam kendaraan yang digunakan Thongchai. Kendati demikian, senjata tersebut tidak digunakan dalam insiden. Rekaman kamera pengawas juga memperlihatkan bahwa Chalong menjadi satu-satunya orang yang menembakkan senjata dari jarak dekat, menurut Wattana.

Wattana menjelaskan, konflik antara kedua pihak berkaitan dengan persoalan uang yang nilainya mencapai beberapa juta baht atau setara puluhan ribu dolar Amerika Serikat.

"Ini masalah pribadi. Berdasarkan pengakuannya, masalahnya berkaitan dengan uang yang dipinjam oleh ketua tersebut darinya selama beberapa tahun, dan dia telah beberapa kali meminta uang itu dikembalikan," ujarnya.

HIGHLIGHT

x|close